Mahasiswa Papua di Jogja kabur usai ngamuk

mabuk ngamuk. (Animasiku.com)

Mabuk laut, mabuk darat, mabuk udara dan mabuk cinta itu terbilang masih wajar karena tak banyak mengganggu orang lain. Lha tapi kalau sudah mabuk ciu Bekonang, lapen, tuak atau kum kuman kadal, bisa jadi mengganggu orang lain. Selain teler sempoyongan dan tidur sembarangan, mabuk minuman keras ini katanya juga bisa membuat seseorang bertindak kriminil.

Jajaran Polsekta Gondokusuman mengamankan Egidius Tigar (28) mahasiswa warga Fakfak Papua yang mengamuk lantaran terpengaruh minuman keras, Rabu (15/10) kemarin. Dalam kondisi mabuk berat, pemuda ini menghantam teman satu asrama dengan menggunakan batu. (Baca selanjutnya: Berita lengkap ‘kisruh’ mahasiswa Papua di Jogja, susah cari kos)

Tak hanya itu, saat diamankan petugas Egidius Tigar sempat kabur dari kantor Polisi dan masuk rumah makan mengambil pisau. Kapolsekta Gondokusuman, Kompol Eddy Sugiharto mengungkapkan, sebelumnya petugas piket menerima laporan dari penghuni Asrama Papua jika ada salah satu teman mereka yang mengamuk.

Ketua asrama dan penghuni lainnya sudah kewalahan menanganinya, bahkan dia juga sempat memukul temannya sendiri di tempat itu dengan menggunakan batu hingga terluka.

“Mendapati laporan tersebut anggota segera menuju Asrama Papua. Namun saat itu yang bersangkutan telah pergi,” ungkap Eddy Sugiharto di Mapolsekta Gondokusuman yang dikutip dari situs humas Polda DIY, Kamis (16/10).

Saat dicari petugas, ternyata Egidius sudah berada di kawasan Kampung Gendeng, Baciro tepatnya di belakang Gereja Kristus Raja. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan akhirnya petugas membawanya ke Mapolsekta Gondokusuman.

Saat di kantor Polisi, kondisi Edigius sudah mulai sadar dan dia mengatakan ingin pulang kembali ke asrama. Namun saat petugas hendak mengantarkannya, dia malah lari dan memasuki sebuah rumah makan yang berada tak jauh dari Mapolsekta kemudian mengambil empat bilah pisau.

Setelah dicari-cari petugas, akhirnya Edigius berhasil ditemukan di sekitar asrama. Karena takut mengamuk kembali, rekan-rekan asrama meminta Polisi untuk mengamankan Edigius hingga kondisinya benar-benar sadar.

“Saat ini yang bersangkutan masih kami amankan beserta barang bukti. Anggota masih melakukan koordinasi dengan tokoh pemuda Papua dan warga masyarakat sekitar,” jelasnya.

loading...