Mahasiswi kedokteran ngaku sering disiksa pacarnya yang beringas

Tangisan wanita. (Google Images)

Bukan hanya diputus, laki-laki kalau baru pacaran sudah main tangan, laporkan saja ke polisi. Lupakan cinta! Karena cinta itu kadang buta! Seperti yang dilakukan Hany Fansiska (23). Dia berani melapor ke polisi karena sering disiksa sang pacar.


Dia tidak tahan terus jadi sasaran penganiayaan sang kekasih. Mahasiswi semester X Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen ini pun mengadukan pacarnya ke polisi.

Perempuan muda asal Rantau Prapat yang indekost di Helvetia ini membuat pengaduan di Polsek Helvetia, Selasa (7/10). Dia mengadukan perbuatan LP (20), sang pacar, yang kerap menganiayanya.

Diberitakan Merdeka.com, perempuan muda ini mengisahkan dia berpacaran dengan LP sejak 4 bulan lalu. Sang kekasih merupakan mahasiswa semester VII Fakultas Fisipol Universitas HKBP Nommensen. “Kami kenal dari Facebook. Awalnya dia baik, tapi setelah sebulan pacaran dia mulai main tangan, belakangan jadi sering memukul. Padahal masalahnya sepele,” jelas Hany.

Loading...

Lantaran tidak tahan selalu dianiaya, Hany pun mengadukan perbuatan LP kepada orangtua pemuda itu. Sang pacar pun dinasihati ayahnya.

Ternyata LP tidak terima Hany mengadu pada ayahnya. Senin (6/10) sekitar pukul 21.00 WIB, dia mendatangi tempat indekost Hany. Sang pacar dia pukuli. Tindak kekerasan itu baru berhenti setelah teman indekost Hany datang.

Penganiayaan itu akhirnya diadukan Hany ke Mapolsek Helvetia. “Aku sudah enggak tahan lagi,” akunya.

Polisi masih memproses tindak penganiayaan ini. “Laporan korban sudah kami terima dan masih kami proses untuk ditindaklanjuti,” papar Kanit Reskrim Polsek Helvetia AKP Hendrik Temaluru.

Loading...
loading...