Makelar cinta alumni Gang Dolly tewas penuh belatung

ilustrasi tewas. (Kompas)

Angsieng alias Edy alias Gepeng (66) warga Wonorejo IV ditemukan tewas di bekas lokalisasi di Putat Jaya VI B, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur. Penemuan mayat ini kontan saja membuat geger karena mayatnya ditemukan penuh dengan belatung di rumah bekas wisma nomor 24, Rabu (1/10).


Menurut Ketua RT setempat, Slamet sebelum jenazah Edy ditemukan, sudah seminggu ini, warganya mencium bau bangkai. Namun, warga tidak tahu kalau bau menyengat itu berasal dari rumah nomor 24 yang ditempati Edy.

“Warga mengira itu (bau) bangkai tikus. Sudah dicari-cari tidak ketemu. Dan baru sekitar pukul 14.00 WIB tadi, tubuh Edy ditemukan Ibu Ida di dalam kamarnya dan sudah membusuk,” terang Slamet di lokasi kejadian.

Edy sendiri, masih kata Slamet, ikut tinggal di rumah nomor 24 yang dikontrak oleh Mami Ida. Rumah tersebut, dulunya, sebelum Gang Dolly dan Jarak ditutup oleh Pemkot Surabaya, juga dijadikan wisma oleh pemiliknya.

Loading...

“Dan setelah Gang Dolly tutup, semua wisma kecil-kecil yang ada di sekitarnya, termasuk di Jalan Putat Jaya ikut tutup, dijadikan tempat rumah tangga biasa,” katanya lagi.

Sejak saat itu (lokalisasi ditutup), Edy alih profesi, dari makelar cinta semalam menjadi pekerja serabutan. “Kadang dia disuruh orang membetulkan listrik, kadang mengerjakan yang lain, ya istilahnya pekerjaannya ya serabutan sekarang. Dia ikut tinggal di sini sudah lama, kira-kira sudah lima tahunan,” sahut Ida.

Sementara Kapolsek Sawahan, AKP Gathut Bowo S yang turun di lokasi mengatakan, saat ini tim Identifikasi Polrestabes Surabaya tengah melakukan olah TKP. “Dan sudah kita lakukan. Selanjutnya kita akan membawa jenazah korban ke RSUD dr Soetomo untuk keperluan otopsi,” katanya.

Dia juga menerangkan, saat dilakukan olah TKP, petugas belum menemukan ada tanda-tanda bekas penganiayaan. “Kondisi jenazah korban terlentang, sudah menghitam dan membusuk, serta sudah dipenuhi belatung,” lanjutnya.

Untuk saat ini, masih kata Gathut, kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban, kita masih menunggu hasil autopsi rumah sakit. “Tapi dari keterangan saksi-saksi, korban ini sudah lama menderita sakit.”

“Dia sudah lama tinggal di sini, sejak rumah yang ditempatinya ini masih menjadi wisma, dan dia pernah menjadi makelar PSK. Namun setelah Gang Dolly ditutup dia tetap tinggal di rumah ini,” tandas dia. Demikian diberitakan Merdeka.com

Loading...
loading...