Malas jadi orang kaya raya, taipan muda China jual semua hartanya

Taipan muda di China bertobat. (Merdeka)

Suatu saat seseorang mengalami suatu titik jenuh terhadap segala sesuatu yang diperolehnya, termasuk kekayaan. Apalah arti kekayaan jika tak berhasil menyelamatkan nyawa? Apalah artinya kekayaan jika hidupnya tidak damai sejahtera.


Begitulah pelajaran berharga dalam kisah nyata yang dialami seorang taipan muda China. Dia mengaku sudah bosan hidup kaya gara-gara kecelakaan. Kini dia membuang semua hartanya dan memilih tinggal di sebuah rumah mungil dekat pegunungan.

Merdeka.com mengutip surat kabar South Morning China Post demikian pada edisi Sabtu 22 November 2014 lalu. Liu Jingchong asal Provinsi Guangdong, mantan pengusaha di bidang manufaktur dan tekstil besar ini mengubah gaya hidupnya setelah mobil dikendarainya menabrak pagar pembatas jalan.

Bukan lantaran dia terluka, justru kecelakaan kecil itu tak menggores kulitnya sedikit pun. Peristiwa nahas itu terjadi di tempat jauh dari keramaian di Provinsi Qinghai. Alih-alih beli mobil baru untuk mengganti kendaraan rusak, dia malah berdiam di sebuah hotel dan membaca buku tentang ajaran Buddha.

Loading...

Dia amat tersentuh dengan kalimat Buddha berbunyi ‘Harta hanya membuat menderita’. Akhirnya dia menjual seluruh kekayaannya. “Saya tidak menyepi atau hidup sendiri. Saya sangat senang jika ada seseorang mau mengunjungi saya dan berbagi pengalaman. Saya mencintai kehidupan saya yang sekarang,” ujar Liu.

Di rumah mungilnya dia membangun perpustakaan pribadi banyak diisi buku-buku soal ajaran Buddha dan kesederhanaan.

Loading...
loading...