Mampir di rumah selingkuhan, PNS ini tewas jantungan

tewas. (RRI)

Selingkuh membunuhmu. Makanya jangan suka selingkuh, belajarlah untuk setia supaya bahagia karena bahagia itu sebenarnya sederhana. Itulah kata-kata bijak yang patut kita renungkan untuk berita yang dimuat di Jawa Pos ini.

Sebut saja namanya Sip (53), pria yang juga PNS pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Flores Timur (Flotim). Dia sekarat di rumah wanita idaman lain (WIL) dan akhirnya meninggal dunia.

Diduga, Sip mengalami serangan jantung setelah sempat melakukan hubungan suami istri dengan Blan (48), selingkuhannya itu.

Loading...

Informasi yang dihimpun Timor Express (Grup JPNN) menyebutkan, Rabu (21/1) pagi sekira pukul 06.30 Wita, korban pamit pada istrinya hendak ke kantor. Korban keluar rumah dengan pakaian seragam PNS.

Bukannya ke kantor, korban malah mampir ke rumah WIL-nya di Kampung Tengah Lebao, Larantuka.

Korban dan WIL yang adalah seorang perawat gigi itu sempat memadu kasih. Belum tuntas melampiaskan hasratnya, Sip mengeluh sakit di bagian dada kirinya. Ia lalu mengenakan celana kerjanya dan terbaring lemas di sofa ruang tamu WIL-nya.

Di tempat itu, janda tiga anak yang sudah memiliki cucu itu sempat memberi pertolongan, tetapi kondisi korban semakin parah.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka, sebelum kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha melalui Kasubag Humas, Iptu Erna Romakia kepada Timor Express, di ruang kerjanya menjelaskan, istri korban melaporkan kasus kematian suaminya ke Polres Flores Timur.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa lima orang saksi termasuk WIL korban. “Istri korban belum kita mintai keterangan karena masih berduka,” terangnya.

Iptu Erna yang didampingi penyidik pembantu, Brigpol Maksius Dolwala kepada wartawan menjelaskan, dari pengakuan WIL, korban telah menganggap WIL sebagai istri kedua.

Keduanya telah menjalin hubungan sejak lama. Selain itu, Blan juga menceritakan jika korban memiliki riwayat sakit jantung sejak tahun 2012.

Terkait tempat di mana korban sesungguhnya meninggal, menurutnya belum dapat dipastikan. Kepastian tempat korban meninggal dunia baru diketahui setelah hasil visum dari dokter disampaikan kepada penyidik Polres Flores Timur.

Meski demikian, ia menyebut, dari keterangan sejumlah saksi, saat diangkat untuk dibawa ke rumah sakit, korban masih dalam keadaan sekarat dan masih hidup.

Polres Flores Timur pernah juga berurusan dengan suami-istri tersebut dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. “Istrinya pernah lapor ke sini waktu itu dan kasusnya saya yang urus,” terang Iptu Erna.

Loading...
loading...