Mau ngopi, motor majikan digadaikan

ilustrasi motor. (Google Images)

Niat jahat Restadi P (37), warga desa Tulunrejo, kecamatan Bumiaji Kota Batu timbul saat melihat motor Honda Vario nopol L 6443 L  milik majikannya. Hanya demi biaya bersenang-senang ria, ia mengambil motor milik Masfua di Perum Graha Natuna kelurahan Lontar kec Sambikerep Surabaya tersebut untuk digadaikan.

Akibatnya, Restadi harus berurusan dengan aparat kepolisian. Kapolsek Dukuh Pakis, AKP Tommy Ferdian menjelaskan, kasus itu berawal dari tersangka yang datang kerumah Masfua.

Dimana isteri tersangka, Muswanti bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dan Masfua sebagai majikan isteri tersangka tidak keberatan jika Restadi ikut menginap di rumah.

Loading...

“Majikan isteri tersangka cukup baik dengan memberi izin suami pembantunya ikut menginap sementara waktu,” kata Tommy Ferdian di Mapolsek Dukuh Pakis, Minggu (5/10).

Namun tidak demikian dengan Restadi, ungkap Tommy, ketika berada di rumah majikan isterinya ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Sepeda motor Honda Vario yang ada di garasi rumah dengan kunci masih tertancap diambil dan dibawa begitu saja.
Sepeda motor itupun langsung digadaikan kepada salah seorang teman cangkrukanya di jalan Teluk Nibung Tanjung Perak Surabaya. Dari menggadaikan sepeda motor tersebut tersangka mendapatkan uang Rp 300 ribu.

“Uang tersebut dalam dua hari sudah habis digunakan tersangka bersenang-senang,” ucap Tommy.

Sementara itu, papar Tommy, majikan isteri tersangka mengetahui sepeda motornya raib seiring dengan tidak adanya Restadi dirumah langsung kebingungan.

Hingga akhirnya Masfuah majikan dari isteri tersangka melapor ke Polisi. Dan dengan bantuan isteri tersangka, Restadi berhasil diketemukan dan sepeda motor yang sempat digadaikan tersangka menjadi barang bukti.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tandas Tommy.

Sementara kenekatan Restadi Poerbowaskito menggadaikan sepeda motor majikan hanya karena ingin ngopi di Warung. Ini setelah Restadi tidak memiliki uang untuk ngopi sementara isteri belum gajian dari menjadi pembantu di rumah majikannya, Masfua di Perum Graha Natuna kelurahan Lontar kec Sambikerep Surabaya.

“Rasanya pusing kalau lama tidak ngopi, jadi ya apa boleh buat motor majikan kami gadaikan Rp 300 ribu untuk beli kopi di warung,” kata Restadi di Mapolsek Dukuh Pakis Surabaya.

Dijelaskan Restadi, dirinya numpang di rumah majikan isterinya karena belum mendapat pekerjaan.

Apalagi majikan isterinya tidak keberatan dirinya menumpang sambil membantu isteri mengerjakan pekerjaan rumah. Akan tetapi, dari hasil membantu kerja isteri belum juga mendapat uang meski hanya untuk sekedar membeli kopi di warung.

“Ketika melihat sepeda motor di garasi dengan kunci masih tertancap, kami bawa pergi ketika isteri sedang mandi dan majikan tidak ada. Kami tidak bermaksud mencuri tapi hanya pinjam nanti kalau sudah dapat uang akan kami kembalikan,” tutur Restadi.

Loading...
loading...