Mengerikan, Ketua Pemuda Pancasila tewas ditikami

ilustrasi tewas. (Kompas)

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Desa Rumah Mbacang, Benli Sembiring (30) ditemukan terkapar bersimbah darah di belakang rumahnya. Akibatnya, acara menghadirkan musik organ tunggal menyambut tahun baru yang digelar muda-mudi desa itu hingga Senin 29 Desember 2014 dini hari, bubar total.

Bahkan, nyawa bapak 3 anak itu, tak terselamatkan saat dilarikan menuju rumah sakit. Ketua PP Ranting Desa rumah Mbacang, Kec. Namorambe, Kab. Deliserdang itu tewas dengan 5 tikaman, 2 di dada dan 3 di leher.

Menurut kru wartawan Posmetro Medan yang merupakan grup JPNN, sebelum acara yang dikenal dengan istilah “kibotan” itu digelar, Benli sudah terlihat minum-minuman keras di sebuah warung tak jauh dari lokasi acara.

Loading...

Di sana, juga sudah ada Joni Iskandar Ginting alias Ondeng (25). Inilah awal petaka. Benli dan Ondeng terlibat pertengkaran mulut. Diduga, karena sudah dipengaruhi minuman keras, sehingga percakapan biasa jadi pemicu kekesalan. Keduanya sempat dilerai warga yang ada di sana. Benli akhirnya memilih pulang.

Sementara, Ondeng yang sudah kadung kesal, juga beranjak dari warung. Tapi dia menemui Deni Ginting (25) dan Candra Ginting (38). Curhat Ondeng membuat Candra dan adik kandungnya, Deni, ikut kesal. Ketiganya lalu mendatangi rumah Benli, yang berada tak jauh dari lokasi kibotan.

Mereka berpencar. Ondeng dari depan, sedangkan Candra dan Deni dari belakang. Sambil melempar batu, Ondeng lalu berteriak meminta Benli keluar rumah menemuinya, guna menyelesaikan perselisihan sebelumnya. Takut terjadi apa-apa pada anak istrinya, Benli berusaha kabur lewat pintu belakang.

Nahas, Benli tak sadar di belakang sudah ada Candra dan Deni. Begitu dia keluar pintu belakang, Benli langsung disergap. Ketiga pelaku lalu menghadiahi tikaman di dada dan lehernya. Usai menikam korban, para pelaku kabur. Bahkan pisau yang dipakai menikam juga dibuang begitu saja di lokasi.

Istri korban, Diah Permata Sari (35) yang pertama kali mengetahui dan melihat kejadian tersebut, langsung berteriak minta tolong. Kontan warga yang asyik nonton kibot, berlarian menuju kediaman Benli.

Acara kibotan bahkan bubar gara-gara Benli ditemukan terkapar bersimbah darah dengan sejumlah tikaman.

Benli lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak terselamatkan. Di tengah perjalan andia menghembuskan nafas terakhirnya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Namorambe, yang akhirnya menggelar olah TKP dan mengumpulkan saksi. Jasad Benli sendiri dibawa ke RSUP H Adam Malik Medan guna otopsi.

Polisi juga menemukan 2 pisau berlumuran darah di lokasi, 1 jenis tumbuk lada dan 1 belati. Pengejaran terhadap para pelaku juga dilakukan dan akhirnya, 6 jam kemudian, Candra dan Ondeng diciduk dari kediaman kerabatnya di Binjai, sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Namorambe, AKP Esron Nainggolan SH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Semen Sembiring dan Kasi Humas Ipda A Ginting SH, mengaku Candra dan Ondeng sudah diamankan dari Binjai.

“Satu orang lagi yaitu Deni Ginting masih dalam pengejaran. Dia merupakan Bendahara Desa Lubang Ido, Kec. Namorambe,” jelasnya.

“Kedua orang tersangka telah kita serahkan ke Polres Deliserdang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, berikut dengan barang bukti pisau belati milik pelaku. Korban juga adalah merupakan Ketua Ranting PP di desa itu,” sambung Semen Sembiring.

Kades Rumah Mbacang, Edi Suranta Sembiring, ketika disambangi Posmetro ke rumahnya, mengaku Benli merupakan warga yang baik, suka bergaul. Dia juga heran, sebab sepengetahuannya selama ini, tak ada perselisihan antara Benli dan para pelaku.

“Memang Minggu (28/12) malam, ada kibotan muda mudi, tiap tahun diadakan dalam penyambutan tahun baru,” katanya.

“Dia (Benli) punya 3 anak yang masih kecil-kecil. Kerja dia sehari-hari ke ladang, bertani lah. Perselisihan antara mereka tidak ada selama ini, apalagi semuanya satu kampung. Mungkin karena pengaruh minuman itu, atau entah ada perselisihan, kita juga tidak tahu,” tambahnya.

Sementara, Deni (pelaku yang masih buron), juga dikenal baik dan tak pernah buat masalah. Hanya saja kalau minum minuman keras sedikit reseh.

“Kalau dia (Deni Ginting) minum selalu gecor, mungkin bisa saja keributan itu karena selisih paham,” kata warga sekitar.

Loading...
loading...