Menikah dengan peri, Pak Kodok hanya seminggu sekali menemui

Ibnu Sukodok menikah dengan peri di Ngawi. (Foto Undangan/Facebook)

Meskipun disiarkan di TV secara berturut-turut, pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina jelas-jelas kalah heboh dengan pernikahan di Ngawi, pernikahan antara Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) dengan Peri Roro Setyowati, makhluk halus (bukan manusia).


Terbukti, pernikahan beda alam ini membetot perhatian ribuan warga Ngawi dan sekitarnya. Pernikahan tersebut digelar pada Rabu (8/10). Lalu bagaimana kabar pernikahan keduanya itu sekarang?

“Ya baik-baik saja. Cuma seminggu sekali ketemu. ketemu kalau hari Selasa,” ujar Sukodok kepada merdeka.com, melalui sambungan telepon, Jumat (17/10).

Menurut Bagus Kodok, dirinya beberapa waktu lalu jatuh hal ini membuat tulang ekornya sakit. Nah setelah itu tidak bisa lihat (Peri Setyowati) lagi.

Loading...

“Kalau mau lihat harus baca mantra, tapi saya bisa merasakannya. Nah saya baca pas hari Selasa saja,” terangnya.

Bagus Kodok juga minta pernikahannya dengan Peri Setyowati tidak dimaknai macam-macam. Menurutnya, yang terjadi antara dirinya dengan Peri Setyowati adalah pernikahan, bukan perkawinan.

“Dasarnya bukan cinta, tapi kasih sayang. Kita sama-sama mencintai alam ini, tidak ingin hutan dan sebagainya dirusak, dicemari. Saya dan peri punya kesamaan soal lingkungan ini, itu yang menyatukan kami,” ujar Kodok.

Sebelumnya, pernikahan antara Bagus Kodok dan Peri Setyowati dilakukan dengan adat Jawa lengkap dengan segala prosesinya. Pernikahan yang dikemas dari seni kejadian atau happening art ini juga membetot perhatian ribuan warga yang ingin menyaksikan. Namun banyak warga yang kecewa karena tidak bisa melihat mempelai wanita.

Pernikahan itu sendiri dilangsungkan di rumah seniman asal Ngawi, Brahmantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi, pada Rabu (8/10) lalu. Menurut Brahmantyo, awal pertemuan Bagus Kodok dan Peri Roro terjadi sekitar lima tahun lalu. Keduanya bertemu di Alas (hutan) Ketonggo.

“Dalam sebuah kunjungan ke Alas Ketonggo di daerah Paron, Ngawi, Bagus Kodok buang air besar di sungai dan ditegur oleh Peri Setyowati,” ujar Brahmantyo kepada merdeka.com, Kamis (9/10).

Dari komunikasi itu kata Brahmantyo, terjalin sebuah hubungan yang berkembang menjadi rasa saling mencintai. Meski berbeda alam, kedua kekasih memiliki perhatian dan keprihatinan serta kecintaan yang sama pada alam raya dan budaya manusia, khususnya pada lingkungan tanah Jawa.

“Perkawinan antara Bagus Kodok dengan Peri Setyowati bukan mengada-ada, melainkan merupakan sebuah peristiwa di dalam kisah cinta, yang dimulai beberapa tahun yang lalu,” tuturnya seperti berita yang dimuat Merdeka.com.

Sebelumnya Seorang pria menikah dengan peri di Ngawi

Loading...
loading...