Misteri sinar biru di atas Gunung Kinabalu

Gunung Kinabalu yang selama ini dianggap sebagai gunung suci mengeluarkan fenomena alam miterius, yakni munculnya pelangi warna biru tepat di atasnya. Penampakan itu terjadi saat Eleanor Hawkins berfoto nyaris tanpa busana di gunung tersebut.

Seperti diberitakan di media online belum lama ini, yang tingkah laku wanita berusia 23 tahun itu dituding telah membuat marah ‘penunggu’ gunung sehingga terjadi gempa dan 18 orang pendaki meninggal.

Adapun sinar biru itu dapat dilihat di atas lokasi Eleanor dan saudaranya, Lindsey Peterson (23), dan Danielle, 22, dan turis Belanda, Dylan Snel (23) berpose tanpa busana sehingga menimbulkan gambar kontroversial.

Loading...

Cuaca yang tidak biasa di atas gunung suci itu diduga muncul disebabkan pascagempa.

Eleanor Hawkins dinyatakan bersalah karena telah melakukan gangguan publik. Otoritas Malaysia mendeportasi Hawkins ke negara asalnya, Sabtu lalu setelah dihukum tiga hari penjara dan diperintahkan membayar denda sebesar 5.000 ringgit Malaysia (£ 859).

Sebuah gempa berkekuatan 5,9 skala richter melanda Gunung Kinabalu pada 5 Juni 2015. Saat itu menteri wakil kepala negara bagian Sabah, Joseph Pairin Kitingan, mengatakan Eleanor telah menunjukkan sikap ‘tidak hormat terhadap gunung suci.’

Gunung Kinabalu terletak di Sabah, Malaysia, dengan ketinggian 4,095 mdpl. Gunung ini merupakan gunung kelima tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung Kinabalu terdiri atas 4 kawasan yaitu hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Pelangi biru di gunung kinabalu. (Istimewa)

Pelangi biru di gunung kinabalu. (Istimewa)

Gunung Kinabalu merupakan lambang kebesaran penduduk yang tinggal di Sabah. Penduduk Sabah menganggap Gunung Kinabalu dapat memberikan semangat juang dan persatuan mereka. Gunung Kinabalu banyak menyimpan cerita dan kisah-kisah misteri. Menurut kepercayaan masyarakat Kadazan Sabah, Gunung Kinabalu merupakan tempat bersemedinya jiwa mereka setelah meninggal dunia.

Gunung Kinabalu terbentuk dari tumbukan litosfera Laut China Selatan dan litosfera yang membentuk pulau kalimantan. Litosfera adalah bagian paling atas permukaan kerak bumi. Dalam tumbukan itu, litosfera Laut Cina Selatan semakin tenggelam ke bawah permukaan bumi dan memberi tekanan kepada litosfera yang membentuk kalimantan.

Tekanan itu mendorong bongkahan Gunung Kinabalu yang terletak di bawah permukaan bumi naik ke atas permukaan bumi. Dorongan itu menyebabkan Gunung Kinabalu bertambah tingginya 5 mm/tahun dan hal ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

Tinggi Gunung Kinabalu dulu diduga lebih tinggi dari tinggi yang sekarang yaitu antara lima hingga delapan kilometer (km). Tetapi kikisan yang terjadi selama jutaan tahun, menyebabkan tinggi Gunung Kinabalu hanya tinggal 4,094 meter kini.

Permukaan asal Gunung Kinabalu terdiri dari batuan sedimen yang terpecah karena kikisan selama 8 hingga 12 juta tahun. kikisan yang terus menerus itu akhirnya mennyebabkan batuan beku menjadi lebih kuat.

Semua puncak tinggi di dunia ditutupi es tebal pada waktu kuartenar atau zaman air batu yang terjadi kurang lebih satu juta tahun yang lalu termasuk Gunung Kinabalu yang ketika itu sama tingginya dengan gunung-gunung di Pegunungan Himalaya. Ketika itu puncak Kinabalu diselubungi es dan terjadi pencairan glasier. Pencairan glasier itu dapat dilihat di kawasan Pinusok Gravel yaitu sebuah tempat yang terletak di antara Kundasang dan Ranau.

YANG PUASA WAJIB BACA :

Daftar negara dengan waktu puasa terpendek sedunia
Pertama dalam sejarah di Amerika, kota ini terapkan syariat Islam
Cara cegah kantuk saat berkendara di bulan puasa
4 Makanan yang harus dihindari saat sahur
14 Menu sahur yang bikin awet kenyang
20 Resep menu buka puasa Ramadhan paling top markotop

Loading...
loading...