Misteri tanda tangan Malaikat Jibril

Malaikat Jibril. Nama itu kembali sering-sering disebut sebagai buntut dari penampakan suara sangkakala kiamat yang terdengar di beberapa negara. Tak terkecuali karena hebohnya pemimpin sekte Kerajaan Tuhan, Lia Eden alias Lia Aminuddin yang ikut heboh menanggapi fenomena tersebut.

Dalam bundel surat yang dikirim oleh pemimpin sekte Kerajaan Tuhan, Lia Eden, setiap isinya selalu diakhiri dengan menyebut nama ‘Malaikat Jibril’. Terdapat juga tanda tangan yang diklaim sebagai milik Malaikat paling utama itu.

Dalam keterangan terkait tanda tangan itu, dokumen yang dikirim Lia Eden menyebutkan jika setiap pesan yang disampaikan oleh Malaikat Jibril selalu ditandai dengan tanda tersebut. Tanda itu bertuliskan inisial LE 2

Loading...

“Substansi inti dari dokumen yang disampaikan Malaikat Jibril selalu dibubuhi inisial LE2,” tulis dokumen kiriman Lia Eden yang dikutip Viva.co.id.

Menurut dokumen tersebut, Lia Eden mengklaim telah mendapatkan tanda tangan tersebut berdasarkan fenomena alam yang pernah mereka temui. Sebuah foto pun disertakan dalam dokumen itu yang menunjukkan awan gelap.

Dalam foto tersebut, sebagian langit terlihat gelap di salah satu sisinya. Namun di sisi lain, awan yang menghiasi langit tersebut seolah membentuk huruf L dan E dengan angka 2 yang terlihat kecil namun lebih terang dari dua inisial lainnya.

“Ini merupakan bukti nyata tanda dari Malaikat Jibril, Roh Yang Kudus, di langit,” tulis dokumen tersebut.

tanda tangan jibril

Dijelaskan dokumen itu, gambar tersebut sejatinya diambil dari hasil dokumentasi menggunakan kamera video. Foto itu tertangkap saat berada di Megamendung, Bogor, pada 1 April 2001.

Seperti diberitakan beberapa pekan lalu bahwa muncul suara sangkakala yang diduga tanda-tanda kiamat segera datang. Hingga kini pihak NASA juga belum bisa memastikan kebenaran suara tersebut selain hanya sejumlah teori.

Suara sangkakala tersebut tersebar secara viral di Youtube.

Ya, meskipun prediksi-prediksi kiamat sudah muncul dalam beberapa puluh tahun terakhir, tapi semuanya benar-benar tidak terbukti bahkan malah berujung celaka. Substansi dari fenomena ini adalah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi larangannya dan menjalankan kewajibannya sebagai umat manusia.

 

Loading...
loading...