Mitos bloodmoon dan ramalan penderitaan

bloodmoon. (CNN)

Fenomena alam bloodmoon atau gerhana bulan berwarna merah terjadi malam ini. Ternyata fenomena alam ini sering dikait-kaitkan dengan banyak hal, terkait ramalan dan prediksi-prediksi suatu kejadian. Termasuk adanya mitos tentang penderitaan.

Seorang Ahli astrologi, Susan Miller mengatakan jika manusia harus berhati-hati dengan kemunculan Blood Moon atau Gerhana Bulan Merah. Pasalnya, gerhana selalu identik dengan penderitaan.

Penderitaan yang terjadi seiring dengan kemunculan Bulan Merah menyebabkan gerhana itu sering disebut dengan Blood Moon atau bulan merah darah. Meskipun tidak dipungkiri bulan tersebut diselimuti cahaya berwarna merah. Gerhana ini terjadi selama 4 kali dengan jeda masing-masing 6 bulan.

Loading...

“Gerhana bulan merah 15 April lalu bertepatan dengan hari dimana kelompok militan Boko Haram menculik 276 pelajar perempuan di Nigeria. Itu juga hari di mana kapal Feri Korea Selatan kecelakaan menewaskan 300 orang. Itulah kenapa disebut dengan Blood Moon atau bulan darah,” ujar astrolog juga pengelola situs AstrologyZone.com, seperti dikutip Time yang diberitakan Vivanew pada Rabu 8 Oktober 2014.

Penderitaan yang sama kemungkinan akan terjadi pada 8 Oktober ini, saat gerhana bulan merah muncul kembali. Namun menurut Miller, meski awalnya akan menyakitkan namun tetap akan berakhir baik.

“Setidaknya itu yang saya lihat berdasar penerawangan perbintangan. Gerhana tidak bisa ditawar. Mereka mengakhiri sesuatu dan membawa sesuatu yang lain. Gerhana merupakan bentuk bulan penuh, menandakan sesuatu yang dimulai akan berakhir, sebuah titik kulminasi,” ujar Miller.

Menurut Miller, dia melihat gerhana sebagai pertanda untuk beraksi. Oleh karena itu jika pikiran mengharuskan beraksi maka harus segera dilakukan.

“Jika anda sakit, langsung pergi ke dokter. Meskipun hanya kekhawatiran, itu butuh diagnosa dan dirawat. Jika kamu kehilangan pekerjaan, jangan pernah meminta kembali. Jika putus pacaran, terima dengan lapang dada. Setiap ada masalah, jangan panik. Tunggu beberapa hari lalu selesaikan masalah itu,” ujarnya.

Penerawangan perbintangan yang dilakukan Miller menunjukkan jika gerhana bulan merah ini akan sangat terasa pada sebagian manusia di bumi. Bahka 5 persen orang di dunia telah merasakannya.

“Tingkat pengaruhnya berbeda-beda, tergantung hari lahir seseorang. Imbas gerhana paling dirasakan oleh mereka yang lahir dekat dengan 8 Oktober, 8 Januari, 8 April, atau 8 Juli. Berlaku juga bagi mereka yang lahir 5 hari sesudah atau sebelum tanggal tersebut,” kata Miller.

Untuk Amerika, mengingat hari kemerdekaan Amerika adalah 4 Juli, Miller mengatakan jika kemungkinan besar akan terjadi sesuatu di negara tersebut.

“Efek terhadap Amerika akan berhubungan dengan reputasi. Kemungkinan besar meneruskan kerusakan yang ditimbulkan oleh Edward Snowden, dimana Amerika telah mendapatkan citra buruk di mata masyarakat dunia. Mungkin ke depannya akan melibatkan lembaga rahasia Amerika. Sesuatu itu akan datang minggu ini. Bisa jadi seseorang yang ternama akan mengundurkan diri dari jabatannya,” papar Miller.

Namun begitu, kata Miller, semua akan menjadi baik pada akhirnya, bersamaan dengan munculnya bulan baru pada 23 Oktober nanti.

Gerhana Bulan Merah ini terjadi 8 Oktober sore nanti. Gerhana bulan yang terjadi kali ini akan tampak berwarna merah karena bumi berpapasan dengan bulan dan matahari sekaligus.

Di Indonesia, fenomena ini akan terjadi sejak sore, mirip dengan pemandangan saat matahari terbit atau tenggelam.

Itu namanya mitos, boleh percaya boleh tidak, yang penting kita tetap optimis sambil berdoa meminta tuntutnan Tuhan supaya dapat pencerahan dalam menghadapi setiap persoalan. Maka bacalah ini : Ini dia cara shalat Gerhana

Loading...
loading...