Nabila Maharani meninggal kecelakaan di Jalan Benyamin Sueb

kecelakaan di Jl Kapuk Kamal Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. (Pasangmata.com)

Seorang remaja perempuan yang diketahui bernama Nabila Maharani meninggal dengan kondisi mengenaskan karena terlindas kontainer di putaran arah Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, 16.30 WIB, Rabu 1 April 2015 kemarin.


Beberapa warga di lokasi kejadin sempat histeris melihat kepala remaja malang tersebut gepeng. “Masya Allah.. Kepalanya pecah. Gepeng itu..Tolongin,” teriak seorang warga.

Bukannya menolong, warga hanya melihat-lihat ketakutan karena melihat ceceran darah dan otak di aspal. Tak hanya itu, ada beberapa warga yang berteriak-teriak meminta tolong.

Kejadian ini membuat para pengendara lainnya yang tengah melintas ini berhenti dan melihat kejadian itu. Jasad korban saat itu, masih di kolong kontainer bernopol kuning, B 9885 DY.

Loading...

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, remaja ini berboncengan motor bebek bernopol B 6619 TSP dengan seorang pria. Dan remaja bernama Nabila Maharani itu ternyata masih berusia 16 tahun, pelajar Kelas XI SMAN 36 Rawamangun, Jakarta Timur.

Diketahui, Nabila berbocengan dengan Muhammad Farhan (17)‎, pelajar kelas XII satu sekolahan mengendarai sepeda motor Honda CS One dengan nomor polisi B 6619 TSP. Mereka bersama empat teman lainnya akan pergi ke bursa lowongan kerja di Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Farhan menjelaskan, sesudah selesai memasukkan berkas yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu sales di PRJ 2015 pada pukul 16.00 WIB, ia pulang mengantarkan pulang Nabila ke rumahnya di Jalan Cipinang Kebembem, Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka mengambil jalan memutar di bundaran pertama dari arah Ancol menuju Kemayoran untuk kemudian melewati‎ Cempaka Putih.‎

“Enggak tahunya malah jadi begini,” ujar Farhan dengan nada getir di Pos Pantau Benjamin Sueb‎, usai jenazah temannya dievakuasi oleh anggota Satlantas Polsek Pademangan.

Farhan mengaku, saat itu ia hendak menyusul temannya yang sudah menunggu di pinggir sisi bahu kiri jalan. “Soalnya saya salah ambil puteran tadi mas, temen saya ambil bunderan yang sebelumnya,” kata remaja yang tinggal di Jalan Perhubungan, Jakarta Timur tersebut.

Saat melaju yang menurutnya hanya berkecapatan 60 kilometer per jam, sepeda motornya beriringan dengan sebuah truk boks sehingga pandangannya ke sisi kiri jalan terhalang.

“Pas di bunderan, truk box ambil sisi paling kiri jalan, rupanya ada truk kontainer yang hendak memutar di putaran tersebut dan memakan bagian tengah dan kanan jalan,” jelas Farhan.

Kaget dengan posisinya yang terhalang bagian belakang truk kontainer, Farhan mengaku ‎mengerem mendadak dan kehilangan kendali.

“Enggak tahu juga tadi kesenggol setang atau nabrak ban belakang kontainer, saya juga bingung mas,” kata Farhan yang masih syok dan bergumam Istighfar.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Sudarmanto, mengatakan, saat ini pengemudi truk kontainer, Partono (45), sedang dalam pemeriksaan usai kejadian nahas tersebut.‎

“Truk dan pengemudinya akan kita bawa ke kantor Satlantas untuk menjalani pemeriksaan terlebih dahulu,” ujar Sudarmanto.

Loading...
loading...