Pasar apung Jamaker di Nunukan terbakar

ilustrasi kebakaran. (Google Image)

Kebakaran pasar tradisional kembali terjadi. Kemarin, Kamis pukul 17.40 Wita, pasar apung tradisional Jamaker di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, habis dilalap si jago merah. Api pertama kali diketahui warga  dari arah seputar pasar ikan yang berada di bagian utara pasar Jamaker.


Pasar terapung yang menampung ratusan pedagang dari penjual sayur, pakaian, penjual pecah belah, penjual kebutuhan pokok dan penjual ikan itu terbuat dari bahan kayu. Ini membuat api semakin cepat melahap bangunan yang baru didirikan tahun ini.

Pasar Jamaker sebenarnya dibangun untuk menampung pedagang pasar Lamijung yang mengalami musibah kebakaran besar tahun 2001. Hingga pukul 22:30 Wita, api masih terlihat membara dan belum bisa dipadamkan oleh oleh Pasukan Pemadam Kebakaran.

Mobil pemadam kebakaran kesulitan langsung menjangkau titik api karena kondisi lorong di jalan pasar Jamaker yang sempit disesaki oleh warga Jamaker, yang juga berupaya menyelamatkan barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih aman dari jangkauan api.

Loading...

Selain bangunan yang terbuat dari kayu mudah terbakar, barang dagangan seperti kain dan barang pecah belah yang terbuat dari plastik turut mempermudah api menyebar lebih cepat.

Di tengah kebakaran, bunyi ledakan dari tabung gas serta bahan bakar yang disimpan warga semakin sering terdengar. Bahkan satu tabung gas yang meledak sempat terlempar ke udara.

Diberitakan Teribun, akibat kebakaran tersebut, diperkirakan lebih dari 400 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan tempat mencari nafkah.

Loading...
loading...