Pelaku pembacokan di Ciracas & Pejaten ternyata Geng Amerika

Geng morot penakut. (Google Images)

Masih ingat berita pembacokan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur dan Pejaten, Jakarta Selatan? Pelaku di dua lokasi itu ternyata adalah orang yang sama yang tak lain adalah sekelompok anggota Geng Amerika.


Kabid Humas Polda Metro, Kombes Rikwanto mengatakan, kedua tersangka berinisial RS (17) dan AR (19) itu, telah ditangkap 12 jam setelah kejadian di dua tempat terpisah, yaitu di daerah Cipayung dan Cimanggis.

“Penyidik berhasil menangkap pelakunya di hari yang sama pada pukul 14.00 WIB. Ada 2 orang pelaku yang menggunakan senjata tajam, yaitu celurit dan golok. Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui bahwa mereka juga yang melakukan pembacokan di Pejaten. Jadi TKP nya ada dua, satu di Ciracas, Jakarta Timur dan satu di Pejaten, Jakarta Selatan,” kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Senin 24 November 2014.

Rikwanto mengatakan, gerombolan ABG bermotor itu yang menamakan diri mereka “Amerika” tersebut berjumlah sekitar 6 sampai 7 motor. Namun dari kesemuanya, diketahui memang hanya 2 orang tersebut yang kerap melakukan penganiayaan berupa pembacokan terhadap para korbannya.

Loading...

“Jumlah anggota geng motor itu ada sekitar 6 sampai 7 motor. Namun memang hanya 2 orang ini yang biasanya bertindak melakukan kekerasan jika ada masalah di jalanan. Sementara itu kawan-kawan mereka yang lainnya juga sudah kita amankan, untuk kita mintai keterangannya,” kata Rikwanto.

Terkait makin maraknya kasus kekerasan oleh geng motor, Rikwanto mengatakan pihaknya akan segera melakukan tindakan preventif terhadap para pengendara motor yang terlihat bergerombol di jalanan. Demikian diberitakan Merdeka.com.

Dirinya juga menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan persuasif berupa pembinaan terhadap para geng motor tersebut, karena dirinya menganggap tak semua geng motor melakukan tindakan onar dan merugikan orang lain.

“Kita akan lakukan pembinaan kepada klub-klub motor melalui Babin Kamtibmas, kemudian patroli yang akan ditujukan kepada kumpulan orang-orang bermotor yang berkelompok, yang suka nongkrong di tempat tertentu. Patrolinya bukan hanya lewat, tapi juga dialogis. Kita akan tanyai mereka nanti tentang kegiatannya sebagai genk motor,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, penganiayaan pertama yang terjadi pada Minggu (23/11) pukul 02.30 WIB, terjadi di Jalan H. Noor, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menimpa seorang korban bernama Nur Zaman (30). Saat itu korban hendak menyaksikan adanya kericuhan yang terjadi antara warga di sekitar TKP dengan para anggota genk motor tersebut, namun tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung membacoknya di bagian perut.

Sementara itu peristiwa selanjutnya yang dilakukan oleh pelaku yang sama, terjadi di daerah Ciracas, Jakarta Timur, dengan korban seorang anggota TNI AD dari Yonif 13 Praka Wahyu Adis. Korban diketahui terlibat cekcok dengan salah seorang anggota genk motor yang bersenggolan dengannya, dan tiba-tiba mendapat bacokan di bagian leher belakangnya oleh para pelaku yang merupakan teman satu genk motor tersebut.

Pihak kepolisian sendiri telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit dari tangan tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal 170 KUHP jonto pasal 351, dengan ancaman penjara 5 sampai 10 tahun.

Loading...
loading...