Pembunuhan Budi Hartono Tanadjaja di Jembatan Kembar, saldo ATM ikut dikuras

Tewas tenggelam. (Google)

Seorang pengusaha asal Surabaya bernama Budi Hartono Tanadjaja (45) ditemukan tewas di sungai yang berada di bawah Jembatan Kembar Watu Ombo, perbatasan Cangar, Kota Batu dengan Dusun Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Diberitakan Kompas.com, jenazah korban ditemukan seorang wisatawan yang sedang duduk di atas Jembatan Kembar Watu Ombo yang kemudian melaporkan ke polisi.

sambungan berita : Inilah 3 pembunuh Budi Hartono Tamadjaja

Loading...

Sedangkan ciri-ciri saat ditemukan Budi memakai celana jeans biru tua, kaos coklat dan kaos kaki warna hitam. Sebelum tewas, pelaku diduga menghajar korban dengan benda tumpul. Sebab, tulang rusuk korban setelah melalui proses otopsi diketahui patah.

Selain dibunuh, mobil Mazda BT 50 double cabin warna putih milik Budi Hartono Tanadjaja (45) juga raib, bahkan pelaku diduga menguras uang korban melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) hingga Rp 10 juta.

Putri korban, Michelle Novita mengatakan, keluarga hilang kontak dengan pria yang bertempat tinggal di Perum Galaxi Bumi Permai L-4 No 11, sejak Senin (22/12) sekitar pukul 15.00 Wib. Saat itu, Budi dalam perjalanan dari ruko Mutiara Dupak menuju Jalan Lontar mengendarai mobil Mazda BT 50 double cabin warna putih bernopol L 9347 VB.

Meski jasadnya telah ditemukan, barang berharga milik korban raib. Mobil Mazda yang biasa dipakai korban hingga kini belum diketahui rimbanya. Bahkan, uang korban di salah satu rekening bank diduga dikuras pelaku melalui mesin ATM.

“Mobil papa hilang, ya mungkin dirampok. Sampai sekarang kami belum tahu dimana mobil itu. Uang di dalam ATM ada sekitar Rp 10 juta milik papa hilang,” ungkap Michelle kepada wartawan, Jumat (26/12/2014).

Michelle menambahkan, informasi penemuan jasad Budi baru diketahui keluarga pada Rabu (24/12) sekitar pukul 22.00 Wib. “Keluarga dihubungi polisi. Mama bilang, papa kamu sudah nggak ada,” imbuhnya.

Sementara informasi di kepolisian menyebutkan hal yang sama. Menurut sumber yang enggan disebut namanya ini, sebelum menghabisi korban, diduga pelaku menguras uang korban di rekening bank melalui mesin ATM.

“Indikasinya sebelum dibunuh, korban dipaksa menunjukkan nomor pin ATM-nya,” ungkap sumber tersebut.

 

Loading...
loading...