Pembunuhan di Kucingan Semarang, berawal dari bully di penjara

Ilustrasi penikaman. (Google Images)

Hobi mem-bully ternyata berakibat fatal. Makanya jangn suka mem-bully orang, apalagi dengan kekerasan fisik. Jangan kaget jika seseorang yang Anda bully itu balas dendam dan menikam dari belakang.

Di Semarang Utara, Jawa Tengah, hanya gara-gara dendam karena sering dipukuli atau dibully di dalam sel tahanan LP Kedungpane, AN (16), bocah di bawah umur warga Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah nekat menusuk kepala Dodi (25) warga Layur, Semarang Utara, Jumat (7/11) pagi. Akibatnya, kepala Dodi menderita enam jahitan, sementara AN berhasil diringkus tidak lama setelah kejadian.

Tim Resmob Polsek Semarang Tengah meringkus AN, kurang dari satu jam setelah melakukan penusukan terhadap Dodi, yang tak lain adalah temannya sendiri. AN ditangkap di kawasan Mberok, yang dekat dengan Pasar Johar Kota Semarang saat berada di tempat karaoke.

“Waktu sama sama ditahan di LP Kedungpane, Saya sering dipukuli. Tadi pas ketemu di kucingan, dia (korban) malah ngajak berantem. Dalam perkelahian, Saya merasa kalah, lalu Saya ambil pisau di warung tersebut lalu saya tusukkan ke kepalanya,” ujar AN.

Loading...

Lain halnya dengan Dodi yang mengaku merasa tidak punya masalah apapun dengan pelaku. Bahkan, Dodi mengaku tidak akrab dengan pelaku.

“Tadi waktu saya parkir, dia (pelaku) mendatangi dan langsung menusuk kepala Saya,” kata Dodi.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Tri Agung, mengatakan, penangkapan dilakukan tidak kurang dari satu jam usai kejadian. Mendapat laporan adanya penusukan di kawasan Mberok, tim Resmob yang dipimpinnya langsung mencari korban yang diketahui tengah berobat ke klinik.

Usai mengantongi identitas pelaku, tim kemudian melakukan pencarian. Tidak mendapati pelaku berada di rumahnya, petugas kemudian mencari di tempat karaoke Mberok dan mendapati pelaku berada di salah satu tempat di kawasan tersebut.

“Begitu kita lihat pelaku saat keluar dari room, langsung kita tangkap dan kita gelandang ke kantor. Motif penusukan ini kita duga dendam lama, namun masih terus kita kembangkan,” ungkap Tri Agung seperti yang diberitakan Merdeka.com.

Loading...
loading...