Pemuda ini lari terbirit-birit lalu terjun bebas ke lumpur

maling lucu. (Google Image)

Easa takut secara alami itu ata orang menimbulkan reaksi spontan alias reflek. Sampai-sampai memiliki keberanian melebihi seorang pendekar silat kampiun. Tak jarang tingkah konyol yang bikin ngakak kepuyuh-puyuh pun pun diperlihatkan meski berada di tempat keramaian.

Seperti yang ditunjukk Muis (16) salah seorang pemuda asal Penyalai Kabupaten Pelalawan, Jumat 3 Januari 2015. Muis mengeluarkan jurus seribu dan terjun ke lumpur (pantai, red) tak jauh dari pasar Selatpanjang.

Muis ketakutan bukan lantaran melihat sean pocong, genderuwo, wewe gombel maupun gundhul pringis, melainkan karena ia bertemu dengan Robi (28). Lho, siapa Robi? Debt colector? Preman pasar?

Loading...

Oh, ternyata bukan. Robi bukan tak lain adalah kerabatnya sendiri.

Setelah beberapa menit melakukan pelarian dan terjun ke lumpur itu, Muis akhirnya tertangkap warga yang ikut membantu, lalu Ia digelandang ke Mapolres Kepulauan Meranti, untuk diperiksa lebih lanjut.

Robi yang ikut mengantar Muis ke Mapolres, ketika ditemui menceritakan bahwa Muis awalnya diduga telah menggelapkan Motor Merk Supra miliknya. Dugaan itu menguat setelah motor yang dipinjam Muis pada Selasa (30/12/2014) untuk menjemput baju di rumah, tak kunjung dikembalikan. Berhari-hari menunggu, bukan saja motor yang tidak ada kabar, malah Muis pun ikut menghilang bak ditelan bumi.

“Setelah lama tak kelihatan, lalu saya bertanya dengan mertua saya yang tinggal di Bokor, siapa tahu dia lari ke arah Selatpanjang (Meranti, red),” kata Robi.

Di tempat yang sama, mertua Robi yang bernama Beteh (53) rupanya juga ikut mengantarkan Muis ke Mapolres. Menurut Beteh pula, setelah Ia dikabarkan oleh Robi terkait menghilangnya Muis dari Penyalai, Beteh mulai mengintai-intai keberadaan pemuda bertubuh agak gelap itu.

“Dia (Muis, red) juga ada keluarga di Bokor, setelah saya melihatnya di Selatpanjang, lalu saya mengabarkan Robi agar Robi datang ke Selatpanjang,” kata Beteh pula dikutip Goriau.com.

Setelah Robi berada di Kota Sagu, lalu mereka mencari Muis di Selatpanjang. Bak gayung bersambut, tak lama berkeliling di pasar, keberadaan Muis tercium oleh Beteh dan Robi. Muis ditemukan. lalu Robi menghampiri Muis dan menanyakan keberadaan sepeda motor yang dipinjam Muis beberapa waktu lalu.

Bukannya jawaban yang diterima Robi, Muis malah nekad kabur. Dengan mengeluarkan langkah seribu, Muis mencoba meninggalkan Robi dan Beteh. Melihat Muis kabur, Robi pun langsung mengejar, kemudian warga sekitarpun ikut mengejar Muis. Melihat warga banyak mengejarnya, Muis nekad terjun ke pantai (lumpur, red), akhirnya diapun tertangkap lalu digelandang ke Mapolres.

Di Mapolres Muis ketika ditanya GoRiau mengaku takut karena sepeda motor milik Robi yang dipinjamnya telah raib entah kemana. Merasa takut untuk mengabari Robi, akhirnya Muis memilih kabur ke Selatpanjang.

“Saya minjam honda nya karena hendak mengambil baju di rumah. Lalu, pada malam harinya motor itu saya ikat dengan tali, tak tahunya pagi hari motor itu telah hilang, yang tinggal hanya tali,” kata Muis menceritakan.

Lalu Robi kembali menanyakan ke Muis apa betul sepeda motor itu hilang atau sudah digadaikan Muis. Kata Robi pula, jika sepeda motor itu digadaikan Muis, Robi akan menebusnya kembali.

“Saya hanya ingin menangkap dia, kebetulan dia lari, sebab saya belum dapat jawabannya. Tak tahunya sampai ke kantor polisi. Kami fikir kasus ini tidak usah dilanjutkan lagi, karena dia (Muis, red) merupakan keluarga kami juga,” kata Robi kepada pihak Reskrim Polres Meranti waktu itu.

Loading...
loading...