Penjual bakso tewas di Manahan Solo, dikira duduk

ilustrasi tewas. (google Images)

Beristirahatlah dan jangan terlalu menyiksa diri. Kalaupun semua serba kekurangan, bersyukurlah dan berdoa, pasarah kepada Tuhan supaya diberi jalan keluar terbaik. Itulah pesan dari sebuah berita yang patut kita renungkan bersama.

Seorang pedagang bakso keliling bernama Sucipto ditemukan tewas di Taman Kota Stadion Manahan, Jumat 28 November 2014 siang.

“Tadi saya lihat dia sedang duduk di kursi taman sejak pagi. Saya curiga karena cukup lama, posisi duduknya tidak wajar. Kepalanya miring dan badannya bersandar di kursi,” ujar Sapto Purnawirawan, salah satu saksi mata.

Loading...

Mengetahui kejadian tersebut, Sapto dan warga lain yang curiga langsung mendekati korban. Mereka berusaha membangunkan korban dengan cara memanggil dan menggerakkan tubuhnya dengan tangan. Namun Sucipto tidak memberikan respon. Tubuhnya justru semakin lemas dan akhirnya tergeletak di lantai.

“Saya dan teman-teman lain langsung menyentuh hidung dan nadinya. Denyut nadi korban sudah tak berdetak. Kami segera membawa korban ke rumah sakit,” terangnya.

Diberitakan oleh Merdeka.com, atas kejadian itu, pria yang sehari-hari berjualan angkringan itu langsung melaporkannya ke Mapolresta Solo. “Dia itu teman saya. Tadi pagi, masih sepedaan lalu duduk di bangku sini. Namun ternyata korban malah meninggal dunia,” imbuhnya.

Dari pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad Sucipto, diduga ia meninggal karena kelelahan.

Sucipto, dia melanjutkan, merupakan seorang perantau yang berasal dari luar kota. Saat ini dia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Transito Pajang.

“Sucipto itu sehari-hari bekerja menjadi buruh penjual bakso dari seorang pengusaha di Sambeng Banjarsari. Setiap hari Sucipto berkeliling di Manahan, meskipun kadang bakso yang dijajakan tidak laku,” imbuh Sriyati, teman Sucipto lainnya..

Sementara itu dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polresta Solo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Polisi juga tak menemukan identitas diri dalam pekaian yang dikenakan korban. Di dalam dompetnya hanya ditemukan uang sekitar Rp 7 ribu dan sebungkus rokok.

Loading...
loading...