Perampokan di Kantor Andalan Pasifik Samudra, 4 karyawan disekap

Ilustrasi cewek cantik disekap. (Google Image)

Aksi perampokan kembali terjadi. Kali ini sebanyak 6 perampok bersenjata api (senpi) satroni Kantor PT Andalan Pasifik Samudra (APS) di Jalan Perak Barat 203, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa kemarin 28 Oktober 2014.

Seperti berita yang berkembang, selain menggasak barang-barang berharga, para pelaku juga menyekap empat karyawan di perusahaan milik Tio Ali Chandra tersebut. Beruntung tidak ada yang diperkosa.

Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar membenarkannya. Dan saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Loading...

“Kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB tadi. Saat ini kita masih lidik dan memintai keterangan saksi-saksi untuk mengetahui ciri-ciri pelaku,” terang Lily.

Diberitakan Merdeka.com, Lily juga menyebut, aksi enam rampok bersenpi itu, juga sempat menyekap empat karyawan perusahaan di bidang pelayaran itu. Keempatnya adalah satpam, dua sopir dan satu karyawan.

Untuk kronologis kejadiannya, diceritakan Lily, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB tadi, Eko Suterto (23), asal Lamongan, yang bekerja sebagai satpam di PT APS, tengah berada di pos penjagaan.

Tiba-tiba, dia didatangi tiga orang tak dikenal dari arah belakang. Satu dari tiga orang tersebut menodongkan pistol ke arah Suterto, yang kemudian memukul pelipis si satpam itu dengan gagang pistol.

Selanjutnya Suterto diikat dengan plastik nilon dan ditutup mulut dan matanya dengan lakban oleh para pelaku, yang kemudian menyekapnya di kamar mess lantai dua kantor.

Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB, Suterto berusaha membuka ikatannya. Setelah berhasil, di tempat dia terkurung, Suterto melihat dua sopir dan satu karyawan perusahaan.

Dua sopir perusahaan itu adalah Subur, asal Dusun Ngrimbi, Bareng, Jombang dan Yafet Maala, warga Mulyorejo Tengah, Surabaya. Sedangkan satu karyawan adalah Wido Siswoko, asal Tangungan, Diwek, Jombang. “Kalau satpam dilakban juga, sedangkan tiga orang lainnya, dua sopir satu karyawan hanya diikat saja,” ucap Lily.

Selanjutnya, setelah terbebas dari ikatannya, keempat orang ini melapor ke pemilik perusahaan yaitu Tio Ali Candra, yang kemudian diteruskan ke laporan polisi dan dilakukan olah TKP.

“Jadi tiga pelaku ini masuk dari belakang kantor. Saat itu, salah satu sopir perusahaan (Subur) sempat mendengar suara gaduh dan keluar dari kamar mess. Kemudian para pelaku menangkap dan mengikatnya dalam mess bersama Suterto,” papar Lily lagi.

Karena masih ada orang lagi dalam kantor, para pelaku kembali menangkap satu persatu orang-orang yang ada di dalam kantor, dan mengikat semuanya dalam satu ruangan dalam mess. Setelah berhasil menyekap empat korban, pelaku memeriksa tiap ruangan yang ada dalam kantor, hingga menemukan brangkas di lantai tiga.

Karena brangkas sulit dibuka, tiga pelaku yang ada di dalam ini, memanggil tiga rekannya yang mengawasi dari luar kantor untuk datang membantu mengangkat brangkas. “Brangkas diangkat untuk dipindahkan ke dalam mobil Xenia. Selain itu, pelaku juga mengambil dua unit motor,” papar Lily.

Dan atas kejadian itu, barang-barang berharga milik korban raib dibawa pelaku. Barang-barang berharga itu antara lain, 2 kg emas, 27 lembar BPKB, uang tunai rupiah dan dolar yang belum bisa dihitung jumlahnya, satu lembar sertifikat rumah, dua unit motor, dan surat-surat berharga lainnya. “Total perkiraan kerugiannya mencapai miliaran rupiah,” tandas Lily.

Loading...
loading...