Perampokan ganas di Jalan Yosodipuro 54 Solo, agen tiket habis habisan

perampok sakti. (JPNN)

Dengan berpura-pura menjadi calon pembeli tiket, kawanan perampok ganas  beraksi di Jalan Yosodipuro 54, Solo, Kamis 18 Desember 2014 pagi tadi. Mereka menodongkan pistol dan menguras habis-habisan sebuah agen tiket.

Merdeka.com memberitakan, sejumlah perhiasan dan barang berharga serta uang jutaan rupiah berhasil digasak dalam waktu hanya 10 menit. Beruntung tak ada korban tewas, namun kerugian ditaksir mencapai sedikitnya Rp 30 juta.

Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Guntur Saputro mengatakan, perampok yang beraksi tersebut berjumlah 4 orang. Dengan menggunakan senjata pistol yang diduga palsu atau pistol mainan, mereka langsung melumpuhkan karyawan agen tiket dalam waktu singkat.

Loading...

“Mereka datang pakai mobil warna hitam. Modusnya mau beli tiket jurusan Surabaya Manado,” ujar Guntur.

Setiba di lokasi kejadian, lanjut Guntur, perampok langsung masuk dan melumpuhkan 2 karyawan di lantai 1. Kedua karyawan tersebut, kata dia, bernama Amir (19) warga Nusukan, Banjarsari dan Bagus (18) warga Mangkubumen.

“Mereka ditodong dengan pistol dan diikat kedua tangannya, lalu disekap ke dalam kamar mandi,” katanya.

Lebih lanjut Kasat mengatakan, usai melumpuhkan keduanya, perampok naik ke lantai 2. Di sana, mereka bertemu Niluh Eka Pancawarti (31), pemilik agen. Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar tersebut bersama dengan karyawan perempuan bernama Wanti (21) warga Sragen, juga takluk dengan todongan pistol dan disekap di kamar mandi.

Setelah berhasil melumpuhkan seluruh korban, mereka menguras sejumlah perhiasan, uang dan handphone korban. Puas menguras isi kantor, mereka pun langsung kabur. Hingga saat ini kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban.

Kepada wartawan, Eka, pemilik usaha agen tiket mengaku sempat melakukan perlawanan. Dia menjelaskan, saat kejadian, baru pulang dari kegiatan perayaan Hari Raya Galungan.

“Saya sempat melawan, karena ingin mempertahankan perhiasan dalam tas. Tapi saya takut karena ditodong senjata api,” ucapnya.

Loading...
loading...