Pesta bikini, begini cara Divine Production jual undangannya

Pesta bikini yang bertajuk Splash after Class, sebuah perayaan bagi siswa siswi SMA setelah menjalankan Ujian Nasional (UN) membuat kalangan dunia pendidikan heboh. Dinas Pendidikan DKI Jakarta terpaksa mengadakan pertemuan dengan sejumlah kepala sekolah yang nama sekolahnya dicatut dalam undangan Pesta Bikini tersebut.

Diberitakan sebelum-sebelumnya, sedianya pesta yang berlokasi di The Media Hotel and Tower itu akan diadakan Sabtu 25 April 2015 malam ini. Namun, pesta bikini itu dibatalkan oleh pihak penyelenggara yakni event organizer (EO) Devine Production.

Menurut Tribunnews.com, sebanyak 12 orang kepala sekolah dari berbagai SMA di Jakarta diundang Dinas Pendidikan untuk menyampaikan kronologis kejadian yang menyebabkan nama sekolahnya ikut tercatut.

Loading...

Kepala SMAN 53 Jakarta Dumaria mengaku sangat kaget sekali mendengar nama sekolahnya ikut dicatut dalam kegiatan pesta setelah UN itu. “Saya kaget seperti tersambar petir di siang hari. Tidak menduga ada berita seperti itu di sekolah kami,” katanya.

Mengatasi berita yang membuat rusaknya nama baik sekolah ini, Dumaria meminta guru bimbingan dan konseling untuk menghubungi siswa-siswa kelas XII. Hal serupa diamini oleh para kepala sekolah yang justru kaget karena nama sekolahnya terbawa-bawa hingga ramai menjadi pemberitaan media.

Berita sambungan :

Foto-foto pool party Divine Production, bikin miris!

Gila!! Ada pesta bikini di hotel Jakarta

Klarifikasi lengkap EO acara yang diduga bikini party

Apa itu pesta bikini, pool party dan Splash After Class ?

Sementara itu, Kepsek SMKN 50 Adip Wiratmono, menyatakan ada siswa yang diiming-imingi imbalan Rp 30.000 per tiket jika berhasil menjual tiket pesta pelepas penat UN itu. Adip mengatakan, siswa tersebut sebenarnya hanya dimanfaatkan untuk menjual tiket.

“Siswa tersebut mengaku mendapatkan tawaran dari seseorang melalui Line (pesan instan). Namun orang tersebut tidak pernah dikenalnya secara langsung. Ia juga tidak menyebutkan detail acara. Karena memang berasal dari keluarga kurang berkecukupan, siswa tersebut akhirnya mengiyakan untuk menjual tiket,” kata Adip.

Namun menurut penulusurannya, siswa belum berhasil menjual satupun tiket. Adip menyayangkan, mengapa EO bisa memanfaatkan siswa siswi SMA yang berada dalam masa penat setelah UN untuk menjual tiket pesta semacam ini.

Siswi jadi model promosi

pool party kecut

Sementara, kejadian lainnya di SMAN 29 Jakarta, tiga orang siswi justru dimanfaatkan untuk menjadi model promosi acara pesta berdresscode bikini itu. Ratna mengatakan, salah satu siswanya sempat ditawari oleh seseorang melalui media Line.

“Siswa SMA karena ditawari mempromosikan sesuatu maka dia mengajak ketiga temannya. Akhirnya tiga siswi kami disyuting di sekolah untuk mempromosikan acara. Tetapi tidak diberitahu detail pesta seperti apa yang diadakan itu,” katanya.

Video tersebut kemudian diunggah di Youtube. Selanjutnya, video yang direkam EO Devine Production itu menjadi media promosi dengan melibatkan nama sekolah yang sebenarnya tidak mengetahui apa-apa soal pesta merayakan selesainya UN itu.

Kaget dengan hal tersebut, Ratna lantas berinisiatif untuk membersihkan nama sekolah. Pasalnya, sekolahnya memang menjunjung tinggi kegiatan positif, sehingga tidak mungkin siswa siswinya diizinkan untuk kegiatan pesta di kolam renang itu.

Kena getahnya
Akibat undangan yang mengklaim beberapa sekolah itu, salah satu pelajar kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun bernama Lintang mengaku kena getahnya. Lintang kepada wartawan mengaku tidak henti-hentinya menyesalkan tindakan Divine Production  yang telah mencatut nama sekolahnya untuk ikut acara splesh aftar class atau pesta bikini.

“Akibat aksi pencatutan itu saya jadi terdakwa,” kata Lintang sebel.

Lebih lanjut Lintang menjelaskan, akibat tindakan Divine Production ia kini terus ditelepon ikatan pelajar Muhammadiyah (IPM).

IPM meminta Lintang mengkharifiasi setiap pemberitaan yang telah membawa-bawa nama sekolahnya.

“Saya kaget karena tidak pernah ikut kerjasama dengan acara kayak gitu apalagi bawa-bawa nama sekolah,” katanya.

Walau demikian, semua yang diminta senior dituruti Lintang  dengan hati ikhas.

Lintang diminta bertanggungjawab karena ia adalah Ketua IPM SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun Jl Balai Pustaka Barat No.2, Jakarta.

Loading...
loading...