Rawan kecelakaan, ini tips menghindari maut di Tanjakan Emen

Kecelakaan terjadi di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/02/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Bus pariwisata bernopol F 7959 AA terguling setelah sebelumnya menabrak sebuah rambu-rambu lalu lintas.

Penampakan di Tanjakan Emen. (Instagram)

Penampakan di Tanjakan Emen. (Instagram)

Berita terbaru dari berbagai media terpercaya menyebutkan, sebanyak 26 korban meninggal dunia dan beberapa di antaranya luka-luka dan sudah dievakuasi ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Loading...

Dari keseluruhan korban kecelakaan lalu lintas ini mayoritas berjenis kelamin perempuan. Joni juga menambahkan bahwa 14 korban tewas di lokasi kecelakaan, sementara sisanya meninggal dalam perjalanan atau saat jalani perawatan di rumah sakit.

Tips hindari maut di Tanjakan Emen
Selain dikenal angker, Tanjakan Emen juga diyakini memang rawan kecelakaan lantaran tidak sedikit pengemudi yang belum mengetahui medannya.

Nah, berikut ini tips dan trik sukses selamat dari ancaman kecelakaan maut saat melintas di Tanjakan legendaris tersebut:

Baca juga:Kisah-kisah misteri di Tanjakan Emen

Pilih jalan agak ke tengah
AKBP Chiko Ardwiatto yang pada tahun 2014 lalu menjabat sebagai Kapolres Subang memberitahukan bahwa kebanyakan kecelakaan yang terjadi di kawasan ini, rata-rata orang luar kota. Pengemudi tak kenal medan tanjakan Emen. Padahal perlu Anda ketahui, kawasan Tanjakan Emen memang curam. Kemiringan di lokasi ini diperkirakan sekitar 45-50 derajat sepanjang kurang lebih 2-3 Km. Jangan heran jika saat lewat di turunan panjang, lurus, tiba-tiba belokannya tajam dua kali.

Untuk itulah, Chiko menyarankan, supaya pengemudi mengambil agak ke tengah agar menghindari kecelakaan. Sekadar informasi, ada tiga lajur di jalanan tersebut. Dua untuk arus ke bawah, dan satu lajur ke atas. Nah, lajur tengah inilah yang bisa meminimalisir kecelakaan.

Pastikan kendaraan dalam keadaan sehat
Kombes Martinus sewaktu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jabar pernah mengimbau agar pengendara yang hendak melintasi tanjakan si Emen memeriksa kendaraannya semaksimal mungkin. Sopir juga harus dalam kondisi yang prima.

“Jalannya kan turunan panjang, sehingga dimungkinkan adanya kejenuhan pengemudi dalam mengemudikan bus, sehingga kurang bisa mengendalikan stir,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus dilansir Detik.com, Kamis (19/06/2014).

Jangan sepelakan kabut!
Kabut itu memang indah, tapi bisa juga mencelakaan kalau menyepelekannya.  AKBP Prahoro Tri Wahyono sewaktu menjabat sebagai Wadir Lantas Polda Jabar mengatakan, setiap pekan hampir selalu terjadi kecelakaan di tanjakan Emen. Pemicunya banyak faktor, salah satunya jarak pandang.

Lebih lanjut Prahoro juga mengatakan, kabut sering turun sehingga menyulitkan pandangan pengendara. Sekadar informasi, lokasi tersebut tak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu.

“Cuaca berkabut dan minim penerangan jalan, rambu-rambu juga nggak ada,” terang dia.

Kalaupun ada penerangan jalan itu hanya satu dua saja. Rambu pun hanya imbauan agar jangan menyalip. “Jalan ini menurun dan belokan tajam, kalau yang tidak tahu jalan kelihatannya lurus,” terangnya.

Jangan anak tirikan jalur darurat
Diusulkan di tanjakan ini juga akan dibuat jalur darurat. Itu diberikan bagi pengemudi atau pengendara yang tiba-tiba kehilangan kendali. Diharapkan, kendaraan yang hilang kendali bisa mengarah ke jalan tersebut.

Strategi membuat jalur emergency ini memang dilakukan guna menghindari kecelakaan fatal. Biasanya memang kendaraan yang mengalami rem blong yang terjadi di kawasan ini, setelah menghadapi jalan yang menurun.

Pentingnya memasang rambu reflektor
Rencananya, polisi akan memasang rambu tambahan di tanjakan Emen setelah peristiwa kecelakaan bus pariwisata Al-Huda tiga tahun lalu. Salah satunya adalah rambu reflektor yang bisa memantulkan cahaya. Mengingat penerangan di Tanjakan Emen memang kurang memadai. Rambu yang ada juga hanya berisi peringatan agar tak saling mendahului.

Meskipun nantinya disediakan fasilitas. Tapi kan tidak salahnya kalau Anda memasang sejenis rambu reflektor yang bisa memantulkan cahaya juga. Maklum, fasilitas umum terkadang rusak, biasanya tidak begitu sempurna.

itu tadi tips tipsnya gaes., Semoga bermanfaat dengan profesional.

Loading...
loading...