Rebutan cewek cantik, Alexander tewas

cewek cantik. (Google Image)

Seorang siswa SMA Katolik Santo Albertus (SMA Dempo) Malang, Alexander Axel Elleaza, ditemukan tewas dengan luka delapan tusukan di tubuhnya pada Kamis 25 Desember 2014 lalu. Dia ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah toko di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Di mata guru dan kawannya, menurut berita Vivanews, siswa kelas XI IPA itu dikenal sebagai remaja yang supel, penurut dan baik pada guru dan kawan-kawannya.

Kepala sekolah SMA Katolik Santo Albertus, Br Antonius Sumardi, membenarkan bahwa Alexander Axel Elleaza (16 tahun) adalah siswanya. Sekolah sedang libur sejak 21 Desember hingga 5 Januari 2015. Korban pun diketahui bukan asli Malang dan tinggal di asrama selama bersekolah di SMAK St Albertus yang kerap disebut sebagai SMA Dempo oleh warga Malang.

Loading...

“Betul dia siswa kami,” kata Antonius, Minggu, 28 Desember 2014.

Menurutnya, korban adalah siswa pendiam. Di sekolah, korban tidak suka berorganisasi. Guru pun terkejut ketika pertama kali mendengar kabar kematian itu. “Kami kaget pertama mendengar kabar itu, dan kami langsung berangkat ke Pasuruan,” lanjutnya.

Menurut dia, pertanyaan besar muncul setelah kejadian itu. Sebab Axel -panggilan korban- diketahui sebagai siswa yang pendiam dan tekun belajar. “Korban itu pendiam dan tekun belajar, walau tidak suka berorganisasi, taat aturan dan tertib,” tuturnya.

Sekolah berharap, pelaku pembunuhan keji terhadap siswanya itu segera terungkap. Karena korban tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu.

Axel diketahui pulang kampung untuk liburan sekolah hingga 5 Januari 2015. Selama sekolah di SMA Santo Albertus atau dikenal Dempo, korban asal Pasuruan itu tinggal di rumah kos.

Linda TM, mantan ibu kos Alexander Axel Elleaza, menyebut Axel adalah anak baik, dia sopan dan anak yang supel. Axel masuk di tempatnya pada Desember 2013. “Saya tadi dengar dari wartawan sempat kaget dan saya tidak percaya kalau Axel itu punya musuh,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan motif pembunuhan Axel terkait rebutan pacar, Linda menolak rumor itu. Selama kos di tempatnya, Axel jarang bergaul dengan perempuan. “Selama kos disini, Axel tidak pernah membawa teman perempuan. Dia tidak pernah ketamuan cewek sekalipun, padahal teman lainnya biasa bergaul dengan teman ceweknya,” ucapnya.

Meski Axel tak lagi kos di tempatnya satu tahun terakhir, Linda tetap merasa kehilangan Axel. “Axel anaknya imut-imut dia sangat dekat dengan orang tuanya, tapi selama setahun ini saya tidak tahu kabar dia. Sebab dia sudah pindah kos di Jalan Tanggamus,” kata Linda.

Dihubungi secara terpisah, ibu kos yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan hal serupa dengan Linda. Di kos barunya itu, Axel kos satu kamar dengan Tyo, siswa asal Blitar.

 

Loading...
loading...