Review bentrok BMI Vs SH Terate di Solo hingga sepakat damai

mediasi kasus bentrok di Nusukan Solo dan akhirnya damai. (Timlo.net)

Polisi tangkap 4 pesilat setia hati terate
Polisi menangkap empat pesilat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) terkait inisden penyerangan sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Muda Indonesia (BMI) di Jl. Popda II, Nusukan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin 17 November 2014 pukul 12.00 WIB.


Seperti diberitakan Solopos.com, kantor organisasi pemuda yang dulunya menyebut diri Dewan Muda Complex (DMC) diserbu sekitar 20 orang pemuda bersepeda motor. Aktivis BMI yang mengaku berada tak jauh dari lokasi kala insiden terjadi menuduh anggota PSHT pelakunya.

Anggota BMI, Wowor, 25, mengaku melihat penyerang kantor organisasinya mengenakan baju dan celana hitam dengan simbol perguruan pencak silat di dada. Dia memastikan mereka merupakan anggota perguruan silat PSHT. “Sudah positif, mereka SHT,” tegasnya.

Rekan Wowor, Ade Andrean Fitria, 34, mengatakan para pelaku seperti sudah merencanakan penyerangan. Pasalnya, peran mereka sudah diatur sedikian rupa. Orang yang membonceng motor langsung turun dari sepeda motor dan melempari kantor menggunakan batu. Sedangkan orang yang memboncengkan tetap di sepeda motor sambil memblokade jalan.

Loading...

“Mereka banyak sekali. Kami enggak sempat mengejar. Pas kejadian kantor baru saja tutup. Kalau tidak, mungkin kami bisa membalas dan kondisi bisa menjadi ramai. Soalnya, sebelum tutup banyak anggota DMC [Dewan Muda Complex, nama sebelum menjadi BMI] berkumpul di sini [di sekretariat],” ucap Ade.

Polisi respons BMI
Kasatreskrim Guntur Saputro mengakui menangkap empat orang yang terkait dengan insiden penyerangan Sekretariat DPP BMI. Dia juga memastikan keempat pemuda itu adalah anggota PSHT yang salah satunya berasal dari Wonogiri.

Pada hari yang sama memang ada sejumlah anggota PSHT beraktivitas di Solo. Mereka mengawal persidangan kasus pembunuhan anggota perguruan silat itu yang tengah digelar di PN Solo.

Mereka, menurut Kasatreskrim Guntur Saputro, mengaku turut dalam kelompok yang merusak Sekretariat DPP BMI, namun mereka mengaku tidak ikut melakukan perusakan. Saat ditanya identitas mereka, Guntur enggan membeberkan.

“Kami masih intensif memeriksa mereka,” terang Guntur mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol. Iriansyah.

6 luka bacok
Sebaliknya, anggota PSHT yakin polisi salah tangkap kala empat anggota mereka ditangkapi. Mereka lalu mendatangi Mapolresta Solo menuntut keempat orang rekan mereka yang ditangkap karena diduga melakukan perusakan Sekretariat DPP BMI tersebut dilepaskan.

Selanjutnya, massa berkeliling Solo dan melakukan beberapa pengerusakan dan penganiayaan. Pengerusakan tersebut kebanyakan dilakukan di Banjarsari terutama di rumah terdakwa pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) yang juga anggota PSHT, Danang Rusbianto.

Akibat penyerangan tersebut, hingga Senin tengah malam, tercatat jatuh enam korban luka. Mereka adalah Jueky Andi Saputra, Yakobus Rinto Dardia, Viktor Krasetyo Widi, Yosi Dika Aianda, Alvon, dan Rudin. Keenam orang tersebut mengalami luka bacok dan segera dilarikan ke RS Brayat Minulya, Solo.

Damai
Bentrok berakhir damai setelah adanya mediasi antara pengurus perguruan silat PSHT dengan BMI di Mapolresta Solo, Selasa (18/11/2014) malam.

dalam mediasi tersebut hadir Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Ketua Komisariat PSHT Solo K.P. Eddy Wirabhumi, Ketua Umum BMI Denny Nurcahyanto alias Dencis, dan Kapolresta Solo Kombes Pol. Iriansyah. Selain itu, turut hadir pula Ketua DPRD Solo Teguh Prakoso, Kasrem 074/Warastratama Letkol (Kav) Puji Setyono, Kasdim 0735/Solo Mayor (Inf) Didin Nasrudin, Kasiintel Korem 074/Warastratama Mayor (Kav) Herman Taryaman, dan Pasiintel Kodim 0735/Solo Kapten (Inf) Subardi.

Seusai mediasi mereka menandatangani nota kesepakatan damai. Dikatakan Walikota Solo yang akrab disapa Rudy, mediasi kali itu berjalan lancar. Kedua belah pihak yang sempat bersitegang, PSHT dan BMI, kata Rudy, telah sepakat berdamai. Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) pada mediasi tersebut, menurut dia sekadar memfasilitasi.

Rudy menginformasikan kedua belah pihak, baik SH Terate maupun BMI, menyatakan khilaf dan mengakui kesalahan masing-masing. Mereka, berkomitmen menjaga kondusivitas Kota Solo.

Loading...
loading...