Sekolah ini hapus liburan seluruh hari raya keagamaan

ilustrasi hari libur. (Soloblitz)

Sebuah sekolah di Negara Bagian Maryland membuat kebijakan kontroversial, bahkan bikin berang. Sekolah itu telah menghapus seluruh libur keagamaan termasuk natal dan paskah hanya gara-gara ogah memberikan tanggal merah bagi perayaan muslim, Idul Fitri dan Idul Adha.

Ironisnya lagi, rencana ini bakal dilakukan tahun depan untuk kalender akademik 2015-2016. Menurut Merdeka.com yang mengutip dari situs vox.com, awalnya para pemuka agama muslim mendesak pihak sekolah memberikan hari libur sama bagi perayaan keagamaan mereka. Mereka ingin sekolah tidak pilih kasih sebab semua keyakinan sudah ada tanggal merahnya termasuk perayaan Yahudi Yom Kippur dan Rosh Hashanah.

Ingin disejajarkan dengan keyakinan lain, para ulama Islam mengadakan dialog dengan pihak sekolah agar mereka mendapat hak sama atas kepercayaan yang dianut. Apalagi di tahun depan perayaan Idul Adha jatuh di hari sama dengan Yom Kippur. Warga muslim keberatan jika sekolah hanya mengakui perayaan Yahudi saja.

Loading...

“Kami ingin dapat hak sama. Ini bukan hanya kasus di atas kertas. Ini simbol. Sekolah hanya perlu memberikan apa yang seharusnya kami dapat sebagai orang beriman dan pengakuan ini harus ada,” ujar pemimpin muslim Saqib Ali.

Sebenarnya sekolah memberikan izin liburan keagamaan untuk mensiasati agar murid tidak absen di luar hari itu. Terkadang murid memang perlu libur bukan karena relijius tapi memang ingin berhenti sementara dari tugas-tugas sekolah.

Namun lagi-lagi langkah sekolah ini mendapat kecaman dari orang tua murid lain. Rencananya pihak sekolah serta seluruh orang tua murid dan pihak berwenang lainnya bakal menggelar diskusi dalam waktu dekat untuk membahas soal ini.

Loading...
loading...