Sumur kembar di Bali, ritual mandi tanpa busana cari pesugihan

sumur kembar di Bali. (Merdeka.com)

Ada suka berlibur ke Bali? Jika ingin menjalani ritual mandi anpa busana, datanglah ke sumur kembar. Dipercaya, ada cerita para penebang hutan di wilayah Hutan Gilimanuk Kabupaten Jembrana bahwa banyak para pencuri kayu yang tersesat ke sumur kembar ini, begitu keluar hutan langsung jadi penekun agama. Wah, amazing..

Menariknya, kini banyak peziarah yang datang ke tempat ini berharap enteng jodoh. Ada juga yang melakukan ritual mandi telanjang untuk tujuan pesugihan. “Khusus wanita nakal yang ingin pelaris atau pesugihan, harus mandi telanjang di sumur ini. Kalau enteng jodoh cukup raup saja,” kata I Nengah Jaba, penjaga Pura Tirta Sumur Kembar, Minggu 28 Desember 2014.

Bagaimana bila laki-laki yang ingin pesugihan ? “Tidak ada. Para pria yang datang ke lokasi ini hanya mengejar batu permata. Di sini ada mirah, kecubung, jambrut pokoknya banyak, itu bisa mensugestikan yang jodoh bawanya untuk kerezekian,” terangnya meyakinkan.

Loading...

Lokasi pura Tirta Kembar ini, jika kita melintas dari Kota Negara di Jembaran menuju Gilimanuk. Saat memasuki Desa Sumber Sari, akan mulai masuk hutan. Di sepanjang jalan menuju Gilimanuk ada beberapa pura yang akan dijumpai seperti Pura Segara Rupek atau Pura Tirta Empul. Tetapi setelah melewati pura tersebut, ada petunjuk di sisi jalan menuju pura Tirta Sumur Kembar.

Lokasinya dekat dengan Pura Tirta Empul dan juga dekat pantai, tepatnya di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Untuk sampai di pura ini, harus masuk menelusuri hutan sekitar 10 menit. Hati-hati medannya sangat sulit, karen akses jalan adalah jalan buatan warga yang datang ke pura tersebut. “Jalan ini bikinan para warga yang datang ke tempat ini. Tidak ada dari pemerintah yang membuka akses jalan ini,” kata Jaba.

Katanya pura ini, diberi nama Sumur Kembar karena ada dua buah sumur yang entah sejak kapan adanya. Sumur ini dibedakan oleh dua buah bangunan berdampingan, satu sumur khusus laki-laki dan satunya khusus pengunjung wanita. “Saya setiap harinya tidur di sini dan bersih-bersih tempat ini. Awalnya saya tersesat, dan sampai sekarang saya hanya makan dari sesajen yang diberikan oleh orang-orang yang datang,” ujarnya seperti diberitakan Merdeka.com.

“Datang minta tujuannya di hati. Kalau tidak tahu tata caranya, tanya pada saya, selesai pulang. Jangan lagi ngobrol atau bersantai-santai di tempat ini. Kalau lama-lama di sini, saya usir daripada tidak tahu jalan pulang seperti saya,” katanya.

Loading...
loading...