Suporter PSCS Cilacap diserang geng bercadar hitam, dipukuli hingga benjol

Bus Suporter PSCS Cilacap diserang di Jogja. (KOMPAS)

Lagi-lagi dunia sepak bola Indonesia dinodai oleh aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bercadar hitam dengan korban suporter. Korban aksi kekerasan itu adalah Muhammad Ikhwanudin (19) diseret keluar dari bus oleh para pelaku penyerangan, 12 Oktober 2014 Minggu malam. Ikhwan lalu dipukuli dengan tongkat bisbol.


Diberitakan Kompas.com, peristiwa ini terjadi saat bus yang ditumpangi puluhan suporter PSCS Cilacap, Minggu malam, diserang oleh sekelompok orang bercadar di Jalan Solo, tepatnya di depan lapangan Parkir Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Akibat penyerangan itu, satu orang suporter meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka akibat sabetan pedang serta lemparan batu.

Salah satu saksi aksi kekerasan yang tidak pantas ditiru itu adalah Yufi Arizan (19), yang juga salah satu suporter PSCS Cilacap.

“Yang mengejar kita ada 50-an orang,” ujar Yufi Arizan saat ditemui di Polsek Depok Timur, Sleman, Yogyakarta, Senin (13/10/2014) siang. “Saya lihat diseret keluar lalu dipukuli pakai stick baseball,” tegasnya.

Loading...

Yufi menuturkan, setelah bus berhenti karena dihadang mobil penyerang, para pelaku yang mengenakan cadar warna hitam lalu masuk, mereka membawa senjata tajam dan pentungan. Di dalam bus, para pelaku lalu secara membabi buta menyerang semua penumpang.

Kalah jumlah, penumpang yang ada di dalam bus hanya bisa melindungi diri. “Ada sekitar empat orang yang masuk ke dalam bus. Mereka membawa senjata tajam dan pentungan, wajahnya ditutup pakai cadar warna hitam,” papar Yufi.

Menurut Yufi, para pelaku yang di dalam bus memukuli sambil berteriak bahwa mereka dari salah satu kelompok suporter. “Mereka menyebutkan dari salah satu suporter. Jaketnya warna hitam ada tulisannya, lalu di helmnya juga ada stikernya,” tandas dia.

Seusai dievakuasi ke Mapolsek Depok Timur, puluhan suporter PSCS Cilacap pada Senin (13/10/2014) siang tadi dipulangkan menggunakan bus dengan pengawalan ketat polisi.

Loading...
loading...