Tak mau belikan rujak, Dwi ditusuk istrinya dengan garpu

garpu asmara. (google image)

Hanya karena menolak membelikan sepiring rujak istrinya sendiri, Dwi Nugroho (28) harus rela mengalami luka di leher. Dwi ditikam dengan sebilah garpu oleh istrinya sendiri itu. Dwi adalah warga Jalan Karang Lor Nomor 83 RT 03 RW IV Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Akibat perbuatan istrinya itu Dwi langsung melaporkan kejadian itu ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolrestabes Semarang, Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (5/1) siang ini.

Dwi kepada petugas mengaku kejadian bermula saat sang istri Ida Puji Astuti (22) mencarinya di sebuah warnet di jalan Fatmawati, Pedurungan, Kota Semarang pada Sabtu (3/1) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Loading...

“Dia (terlapor) mencari-cari saya di warnet. Saya disuruh membelikan rujak, tapi saya tidak mau,” ungkap Dwi disela-sela melaporkan kasusnya di Mapolrestabes Semarang.

Menolak permintaan Ida, terlapor marah- marah bak kesurupan setan ora doyan dan sempat terlibat cekcok dengan korban. Kemudian hingga akhirnya, aksi penusukkan pun terjadi.

Entah dari mana dan dimana mendapatkan sebilah garpu, tiba-tiba terlapor mengeluarkan garpu dari saku celananya dan langsung menikam leher korban berkali-kali.

“Saya kaget, saya tidak tau dia (terlapor) membawa garpu, saya tiba-tiba ditikam, terkena di leher sebelah kiri,” ungkapnya menurut berita Merdeka.com.

Akibat aksi penusukkan yang dilakukan istrinya tersebut, beberapa pengunjung warnet langsung berupaya untuk melerai keduanya yang terlibat dalam pertengkaran itu.

“Untung garpunya tidak terlalu tajam, jadi lukanya tidak begitu dalam, ” paparnya.

Tak kuasa menahan rasa emosi yang begitu mendalam, korban yang sudah menjalin pernikahan selama empat tahun itu pun memutuskan melaporkan kebrutalan sang istri ke polisi.

Saat ini kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga(KDRT) yang menimpa Dwi yang dilakukan oleh istrinya sendiri masih dalam tahap penyidikan pihak Polrestabes Semarang, Jawa Tengah. (Merdeka)

Loading...
loading...