Tato-tato seksi tapi sangar wanita-wanita Yakuza

Salah satu wanita paling terkenal di dunia Yukiza atau Yakuza cewek adalah Shoko Tendo. Bukan hanya karena dia putri seorang bos Yakuza, tetapi juga lantaran merupakan penulis buku “Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster’s Daughter.” Buku itu adalah buku pakling populer beberapa tahun ini.

Buku tersebut menggambarkan kehidupannya yang kacau akibat kecanduan obat-obatan, keguguran, kematian, kemiskinan, pelecehan psikologis, dan seksual. Dia dikenal sebagai wanita Jepang pertama yang mendobrak tradisi diam tentang kehidupan perempuan di kawasan kumuh Jepang.

Tato atau irezumi di masa Jepang modern bukanlah perihal tekanan politik yang dimasukkan dalam tato yang dibuat oleh para seniman tato. Setidaknya, ada sekitar 300 seniman tato yang terdaftar di Jepang saat ini.

Masalahnya, tato selama ini berhubungan erat dengan kelompok kriminal seperti Yakuza. Kelompok Yakuza di Jepang biasanya menato seluruh tubuh mereka dengan desain tradisional yang rumit. Ini merupakan salah satu cara untuk menghindari mesti berpakaian normal di kehidupan sehari-hari.

Tato yang memenuhi seluruh tubuh nyatanya tidak hanya untuk anggota laki-laki dari Yakuza. Tapi, juga bukan kebiasaan seorang perempuan di Jepang menato seluruh tubuh mereka. Dengan kata lain, hanya wanita tertentu, pemberani, dan mendobrak bataslah yang biasanya menato seluruh tubuh mereka.

Sebagaimana dilansir dari Sharejunkies, Rabu (19/10/2016), inilah potret wanita-wanita Yakuza dengan tato di seluruh tubuh mereka:

wanita-yakuza-seksi-tato-7 wanita-yakuza-seksi-tato-1 wanita-yakuza-seksi-tato-2 wanita-yakuza-seksi-tato-3 wanita-yakuza-seksi-tato-4 wanita-yakuza-seksi-tato-5 wanita-yakuza-seksi-tato-6

Yakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikat terorganisir di Jepang. Organisasi ini sering juga disebut mafia Jepang, karena ada kesamaan dengan bentuk organisasi yang asalnya dari Italia tersebut.

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun Kasai sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.

Shogun Kasai adalah salah satu Marga terbesar di Jepang dan sangat berpengaruh Hingga Saat Ini

Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki-mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke-17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulingkan para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza..

loading...