Tawuran SMP Nurul Bahri, SMP Al Falah dan SMP Remaja Pluit, ditemukan senjata gergaji

NGERI: Polisi Polsek Metro Penjaringan menunjukkan barang bukti senjata tajam milik pelajar SMP yang terlibat tawuran di kawasan Penjaringan, Jakarta. (Yusuf Asyari/Jawa Pos/JPNN.com)

Siapa yang sanggup menghentikan fenomena tawuran di Jakarta? Entahlah, yang jelas polisi sepertinya kesulitan. Meski beberapa kali tertangkap, pelajar tidak jera hingga kucing-kucingan melakukan ’’perang antar sekolah’’.


Berita tawuran kali ini datang dari tiga kelompok pelajar SMP, yakni SMP Nurul Bahri, SMP Al Falah, dan SMP Remaja Pluit. Mereka  melakukan tawuran di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu 6 November 2014.

Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, polisi berhasil menangkap 12 pelajar dari tiga sekolah yang berbeda itu. Dari tangan mereka, petugas menyita berbagai senjata tajam (sajam) seperti parang, badik, bahkan gergaji es.

Tawuran terjadi sekitar pukul 14.00 di Jalan Pluit Raya. Awalnya, puluhan pelajar SMP Nurul Bahri berangkat dari Muara Karang menuju ke arah Grogol dengan mengendarai truk. Nah, saat melintas di Jalan Pluit Raya, truknya diberhentikan sekelompok pelajar yang diketahui dari SMP Al Falah dan SMP Remaja Pluit.

Loading...

Mereka pun turun. Sejurus kemudian, tawuran antarpelajar seketika pecah. Mereka saling acungkan sajam. Dengan jarak hanya sekitar 10 meter, mereka juga saling lempar batu. Tawuran tersebut bahkan mengganggu arus lalu lintas. Warga sekitar lokasi berusaha membubarkan kenakalan remaja tanggung itu. Anggota polisi yang tidak lama dihubungi warga juga langsung terjun ke lokasi.

Akibatnya, kelompok pelajar tersebut berlarian menyelamatkan diri. Dua kelompok itu berpencar. Kelompok Al Falah berlari ke depan Indomobil Penjaringan, sedangkan satu lagi ke kawasan Bandengan. Dari dua lokasi tersebut, polisi mengamankan para bocah itu. Yakni, dari SMP Al Falah (Kahirul, Kiki, dan Andika). Terdapat juga seorang pelajar SMP Remaja Pluit bernama Heriyanto yang ditangkap. Pelajar lain yang ditangkap berasal dari SMP Nurul Bahri Muara Karang (Budi, Rido, Kurnia, Andri, Junaidi, dan Edo). Satu bocah putus sekolah Mustawan juga diamankan polisi.

’’Setelah mendapat laporan warga, kami lakukan penggerebekan dan menahan para pelajar itu,’’ kata Kanitreskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Bungin Misalayuk kemarin (6/11). Hingga petang kemarin, para pelajar tersebut masih terus diperiksa. Pihak sekolah dan orang tua pelajar itu akan dipanggil untuk mengambilnya dari polisi. ’’Yang pemilik sajam akan kami proses lanjutan. Tetapi, masih kami telusuri siapa saja pemiliknya,’’ ujarnya seperti dalam berita yang dimuat di Jawa Pos.

Edo, salah seorang pelajar yang terlibat tawuran, mengaku awalnya hanya ingin ke Gelanggang Grogol. Dia mengaku ingin berenang. Tetapi, rencana itu berganti karena dia dihadang tawuran. Terpaksa, dia ikut tawuran dengan temannya. Sayangnya, saat dikejar polisi, dia terjatuh dan tertangkap. ’’Saya ikutan. Bukan saya yang bawa sajam,’’ ungkap pelajar kelas 8 SMP Nurul Bahri tersebut.

Loading...
loading...