Teater Kuma pentaskan Tahta Bertelaga Darah, Tragedi Panembahan Reso

Kelompok Teater Kuma Surakarta akan menggelarpentas drama “Tahta Bertelaga Darah” yang merupakanbagiandariLakonKarya WS RendraberjudulPanembahanReso, di Teater Arena Taman BudayaJawa Tengah, Surakarta, Rabu 19 Oktober 2016, sekitarpukul 19.30 WIB.

Pementasan ini mengangkat kisah intrik politik perebutan kekuasaan yang hingga sekarang masih relevan untuk dibicarakan.

Pertunjukkan teater yang disutradarai oleh Dwi Mustanto ini menyajikan garapan teater dengan rasa kethoprak,  sebagaimana kethoprak yang alih bahasakan.

Pimpinan produksi, Budi Waluyo sebagaimana dikutip dari rilisnya menyebutkan, Lakon Tahta Bertelaga Darah, Tragedi Panembahan Reso ini  bercerita mengenai sosok Reso, seorang Aryo, yang kemudian menjadi seorang Panembahan yang memimpikan duduk bersinggasana takhta.

NyiReso, istrinya, dengan mata batin sederhananya menangkap ambisi itu. Dia sadar & tahu diri,  Reso suaminya tidak punya trah untuk duduk di takhta itu. Maka dengan sadar diri &hati-hati ia berusaha meredam ambisimimpi Reso, sang suami.

Namun, Reso kadung memahat mimpi itu menjadi tujuan hidup yang harus direngkuhnya. Nyi Reso sadar, langkahnya terlalu kecil untuk menghadang Reso. Cepat atau lambat,  dia pasti akan kehilangan suaminya itu.

pamflet-panembahan-reso