Tetangga masuk kamar, lalu paksa cewek cantik ini indehoi

paha mulus indehoi di kamar. (Kaskus)

Perbuatan remaja berusia 16 tahun ini benar-benar kurang ajar. Betapa tidak? Dia nekad masuk kamar tetangganya yang cewek cantik itu lewat jendela lalu memaksanya indehoi dengan ancaman pembunuhan.

Sayangnya, korban sudah terlanjur mengikuti permintaannya karena takut hingga terjadi persetubuhan yang terpaksa. Dan saat menikmati indehoi, perbuatannya diketahui oleh ayah korban.

Menurut Kompas.com, AW babak belur dipukuli massa setelah tepergok memerkosa DS, remaja perempuan yang juga berumur 16 tahun.

Loading...

AW, yang sehari-harinya tinggal di rumah orangtuanya di wilayah Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, adalah tetangga korban.

“Korban masih tetangga pelaku,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, saat gelar kasus di Mapolres Malang, Senin 27 Januari 2015.

AW diketahui baru kenal dengan DS tiga hari yang lalu. Setelah itu, AW langsung mendatangi rumah korban pada dini hari.

Setelah ada di dalam kamar, pelaku langsung memaksa korban untuk melayani hubungan intim layaknya suami istri.

“Jika korban tidak melayani pelaku, pelaku mengancam akan melukai korban. Itu dari pengakuan korban saat diminta keterangan,” katanya.

Dalam kondisi terancam, korban pun harus menuruti keinginan pelaku. Setelah lama melakukan hubungan intim layaknya suami istri, tiba-tiba ayah korban masuk ke dalam kamar korban.

“Saat itu, perbuatan korban tepergok ayah korban langsung,” katanya.

Setelah tepergok oleh ayah korban, pelaku langsung diamankan dan dipukuli oleh ayah korban. Bahkan, tidak hanya dipukuli ayah korban, warga sekitar juga sempat memukuli pelaku secara ramai-ramai.

“Untung pelaku masih selamat walaupun sudah dalam kondisi babak belur. Setelah itu, (pelaku) langsung diserahkan ke Polsek setempat. Dari Polsek Turen langsung diserahkan ke Unit PPA Polres Malang,” katanya.

Dari perbuatan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa celana dalam korban dan seprai tidur korban yang terdapat bercak darah dan sperma.

“Atas perbuatannya, pelaku AW terancam hukuman penjara tujuh tahun. Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 81 juncto Pasal 76 huruf e UU Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak,” kata Wahyu. (Kompas)

Loading...
loading...