‘The Power of Kepepet’, warga hajar 3 perampok hingga lari kepising-pising

pendekar. (Berita magetan/Ilustrasi)

Tahu kah Anda bahwa ketakutan yang berlebih terkadang malah menimbulkan kenekatan yang bukan mau dahsyatnya. Apalagi itu demi melindungi sesuatu yang dinilainya paling berharga, nyawa, harkat dan martabat. Itulah yang dinamakan ‘The Power of Kepepet’.

Seperti diberitakan Merdeka.com berikut ini :

Bermodalkan parang dan linggis, 3 (tiga) pelaku Curas (Pencurian dengan Kekerasan), beraksi. Mereka beraksi di sebuah rumah warga di Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Selasa (02/12).

Loading...

Daulat Purba, si pemilik rumah di Km 6 Desa Kota Garo itu mengetahui kejadian itu. Ia sempat memberikan perlawanan, dan melumpuhkan satu di antara pelaku.

Daulat tak menyangka rumahnya bakal jadi sasaran kawanan maling. Saat pelaku menyatroni rumahnya, Daulat sedang tertidur pulas, pada Selasa itu sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Sebelum melacak benda berharga, para pelaku terlebih dahulu mencongkel pintu belakang rumah. Tak puas menggeledah ruangan luar, ketiganya pun masuk ke kamar untuk menyekap dan melumpuhkan Daulat.

Sayang, belum sempat beraksi, Daulat malah terbangun dan melawan. Meski pelaku dipersenjatai 2 (dua) bilah parang dan sebuah linggis, Daulat nyatanya tak gentar dan akhirnya terjadi baku hantam. Dan menghajar seorang pelaku hingga babak belur.

Para pelaku sempat berusaha melarikan diri, 2 diantaranya berhasil lolos, sedangkan 1 orang berinisial SP (25) berhasil ditumbangkan korban hingga tak sadarkan diri alias pingsan akibat pukulan telak dari sang pemilik rumah.

“Sempat terjadi perlawanan, dimana seorang diantaranya berhasil diamankan, sementara 2 lainnya melarikan diri,” terang Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, kepada merdeka.com Rabu (3/12).

Warga yang mendengar kegaduhan, segera mendatangi rumah Daulat. Bahkan sempat pula mencari dan mengejar pelaku lain yang berhasil kabur dan tak diketemukan lagi. “Daulat selanjutnya menelepon kepolisian untuk menyerahkan pelaku tersebut,” kata Guntur.

Pelaku SP yang tumbang dihajar Daulat kemudian diamankan petugas yang datang ke lokasi. Adapun hasil keterangan SP, 2 orang rekannya itu diketahui adalah warga Kandis.

“Masih kita kembangkan dan melacak pelarian 2 rekannya. Untuk SP, sudah kita amankan di Mapolsek Tapung Hilir guna proses selanjutnya,” pungkas Guntur.

Polisi juga menyita barang bukti, berupa 2 bilah parang, sebuah linggis, sebuah masker penutup wajah serta 2 buah lakban. Akibat kejadian ini, Daulat mengalami kerugian berupa uang tunai sekitar Rp 1 juta, 2 unit ponsel, semuanya berhasil dibawa kabur 2 pelaku itu.

Loading...
loading...