Begini tragedi bakar diri pengungsi Rohingnya di Australia

Begini tragedi bakar diri pengungsi Rohingnya di Australia- Seorang pencari suaka dari Myanmar atau pengungsi rohingnya nekad dengan cara membakar diri di Commonwealth Bank of Australia cabng Springvale, Australia. Aksi ini mengakibatkan 26 orang lainnya terluka.

Berita yang kami kutip dari Jurnas.com menyebutkan bahwa lelaki berusia 21 tahun menderita luka bakar dan kini menjalani perawatan di rumah sakit dengan penjagaan ketat kepolisian.

Keterangan dari kepolisian setempat, pemuda itu mendarat di Australia dengan perahu tiga tahun yang lalu dan dilepaskan dari tahanan sambil menunggu keputusan pengadilan tentang kasusnya. Dan pembakar itu, ingin menarik uang tunjangan sebagai pencari suaka, namun belum masuk rekening banknya. (Baca juga:Kisah lengkap tragedi Rohingya dan sosok biksu Wirathu hanya di Infoheboh.com)

Loading...

Dua hari kemudian, pria yang dipanggil temannya bernama Noor, membakar diri setelah menyiram dirinya sendiri dengan bensin Lima orang di sekitarnya menderita luka bakar dan 21 lainnya dirawat karena menghirup asap.

Seperti diberitakan pula oleh Kantor berita ABC,  video yang diambil oleh saksi mata segera setelah kejadian menunjukkan kobaran api di dalam cabang bank dan kepulan asap hitam tebal.

Pria itu dilaporkan berasal dari keluarga campuran Muslim. Meskipun setengah Rohingya atau suku Muslim yang ditolak kewarganegaraan dan kebebasan bergeraknya oleh pemerintah Myanmar, dulunya tinggal di Myanmar selatan. Dia ditahan di kamp di Pulau Natal di Samudera Hindia sebelum dipindahkan ke Melbourne.

Presiden Organisasi Rohingya Burma Australia, Habib Habib, mengatakan kepada harian Age, “dia orang yang menderita dan teman-temannya mengatakan tunjangan kesejahteraannya tidak datang dan dia tidak bisa membayar sewa (tempat tinggal).”

Dia kembali ke bank setiap hari setelah Rabu dua hari sebelumnya mengetahui bahwa uang itu tak masuk rekeningnya. “Sistem ini membuat mereka semua gila. Mereka berada dalam ketidak-pastian,” ujar Habib dilansir bbc.

Pengacara para pengungsi dan pencari suaka, Pamela Curr mengatakan kepada koran Age bahwa orang itu juga diketahui menderita gangguan mental.

Departemen imigrasi telah mendirikan sistem jalur cepat untuk memproses sekitar 30.000 klaim suaka. Pamela Curr mengatakan hal ini telah menyebabkan ketidakpastian di masyarakat.

Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce mengungkapkan keprihatinan bagi mereka yang terbakar dalam insiden itu. “Mungkin ia telah kehilangan akalnya. Hanya orang yang kehilangan akal yang bisa melakukan sesuatu yang begitu kejam,” pungkas Joyce.

Loading...
loading...