Wahai para pria jomblo, inilah rezeki wanita berdasarkan kemontokan

Wahai para pria jomblo, apakah Anda ingin punya jodoh wanita yang tak hanya cantik dan montok, tapi juga ngerejekeni alias membawa hoki alias kaya raya? Maka perhatikanlah kemontokan nya.


Ngomong-ngomong soal kemontokan atau ukuran balon kembar wanita, tahukah Anda bahwa ukuran itu bisa menggambarkan kepribadian atau karakter pemiliknya.

Menurut Kompas.com, ini sudah diteliti secara ilmiah.

Nah, ini dia rezeki, watak dan karakter seorang wanita berdasarkan ukuran kemontokan. Silakan pilih kriterianya di bawah ini:

1. Ukuran cup lebih besar dari B, lebih boros

Jumlah uang yang Anda habiskan untuk lingerie bisa bergantung pada ukuran balon kembar Anda. Sebuah studi yang dilakukan oleh Alibaba, perusahaan e-commerce raksasa dari China, menemukan bahwa pelanggan yang membeli bra dengan ukuran cup B atau lebih kecil cenderung menghabiskan uang lebih sedikit dibanding rekan-rekan mereka yang ukuran balon kembarnya lebih besar.

kemontokan agnez monica

Total uang yang dikeluarkan dibagi menjadi lima kategori: rendah, sedikit rendah, menengah, sedikit tinggi, dan tinggi.
Hanya tujuh persen wanita berukuran B yang masuk kategori belanja ‘tinggi’, sedangkan ada 24 persen wanita berukuran D yang masuk kategori belanja ‘tinggi’.

2. Montok dan besar, cenderung memiliki gangguan makan

Wanita dengan balon kembar asimetris dan balon kembar ekstra besar lebih mungkin untuk merasa rendah diri dan mengalami gangguan makan, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery.

Pemimpin redaksi jurnal, Dr. Rod J. Rohrich menjelaskan bahwa payudara besar sering diklasifikasikan sebagai masalah kosmetik dan hal ini memberi efek psikologis dan emosional.”

3. Besar, IQ tinggi

Berlawanan dengan kepercayaan populer yang tidak berdasar, wanita berdada besar benar-benar memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang ukuran balon kembarnya lebih kecil.

Sebuah 2011 studi dari University of Chicago menemukan, wanita yang berpayudara besar memiliki IQ rata-rata 10 poin lebih tinggi dibandingkan wanita lain dnegan payudara lebih kecil.

Belum ditentukan korelasi antara ukuran payudara dan kecerdasan. Tapi, diduga ada hubungannya dengan tingkat hormon. Hormon membantu menentukan ukuran balon kembar wanita.

Selain itu, hal ini juga bisa dikaitkan dengan kemungkinan seleksi alam di mana pria cerdas lebih memilih wanita berbalon kembar besar sebagai mitra reproduksi untuk memastikan anak-anak mereka akan mewarisi ukuran balon kembar yang lebih besar dan kecerdasan yang lebih tinggi.

4. Lebih besar, lebih keibuan

Pria cenderung menganggap balon kembar besar, lebih menarik. Kecuali, jika mereka tidak tertarik menjadi seorang ayah.

Sebuah studi tahun yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan, secara insting pria yang tidak ingin punya anak lebih suka balon kembar yang lebih kecil, sementara mereka yang ingin menjadi ayah lebih suka pada payudara yang lebih besar.

Temuan ini menyiratkan bahwa balon kembar besar adalah sinyal bawaan dari kapasitas fisik seorang wanita untuk melahirkan dan mengasuh anak-anak.

5. Kecil, peminum kopi berat

Wanita dengan balon kembar yang lebih kecil cenderung menjadi peminum kopi berat. Minimal, mereka minum tiga cangkir sehari.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Cancer menemukan, tiga cangkir sehari sudah cukup untuk mulai membuat balon kembar menyusut dan efek ini bertambah jika jumlah kopi yang diminum juga bertambah.

“Minum kopi memiliki pengaruh besar pada ukuran balon kembar,” kata Helena Jernstroem, dosen onkologi eksperimental di Universitas Lund.

“Namun wanita peminum kopi tak usah khawatir ukuran payudara mereka akan mengecil dalam semalam. Balon kembar akan mengecil tapi tidak akan menghilang.”

6. Besar direkayasa lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri

Wanita yang melakukan implan balon kembar, setidaknya tiga kali lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri dan risiko ini semakin meningkat sejalan dengan waktu.

Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan di Annals of Plastic Surgery menemukan, peningkatan risiko bunuh diri menjadi sangat jelas, setelah 10 tahun seorang wanita menerima implan.