Warga Semarang rame-rame rebutan naik Tank Leopard

Ratusan warga berebut menaiki tank Leopard milik TNI di area Simpang Lima Semarang, Minggu, 12 Oktober 2014. (VIVANEWS.COM)

Menyaksikan perayaan hari ulang tahun ke-69 TNI, warga Semarang, Jawa Tengah dihibur dengan pameran 11 peralatan tempur milik TNI. Pameran ini disambut meriah warga kota Lumpia.


Diberitakan VivaNews.com, warga bahkan rela berebut menaiki empat kendaraan tempur seri terbaru leopard untuk sekadar berfoto selfie.

Arak-arakan 11 kendaraan tempur di pusat Kota Semarang sendiri merupakan rangkaian gelaran roadshow Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) ke berbagai kota besar, seperti Yogyakarta, Solo dan Semarang. Sebelum akhirnya dikembalikan ke masing-masing home base di Bandung dan Jakarta.

Adapun rute roadshow alat tempur yang berlangsung Minggu, 12 Oktober 2014, dimulai pada pukul 07.30 dari Makodim 0733/BS menuju pusat Kota Tugumuda Jalan Pandanaran hingga di lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.

Loading...

Selain empat tank jenis Leopard, roadshow ini juga memamerkan dua tank Marder, lima Tank M113, dua Meriam 105 dan dua Panhard.

Salah seorang prajurit dari Yoncaf 8 Kostrad Pasuruan, Pratu Agus Marwanto mengatakan, 11 peralatan tempur tersebut tiba di Semarang pukul 01.30 dini hari tadi. Dinaiki oleh 12 prajurit dengan menggunakan alat berat.

“Kami membawa 4 tank Leopard tipe 24. Dibawa langsung dari Yogya dan menginap di Kodim Semarang semalam,” kata dia.

Adapun keunggulan tank Leopard jenis terbaru yang dimiliki Indonesia itu mempunyai Kaliber kanon 120 milimeter, dengan berat tank hingga 68 ton. Namun jangan salah, Leopard jenis ini tidak merusak aspal jalan karena rantai tumpuan rodanya dilapisi dengan karet yang aman buat kondisi jalan beraspal.

Keunggulan lain tank Leopard adalah daya jangkau tembakannya efektif sampai 4.000 meter dan jarak mencapai 8.000 meter. “Tank leopard ini khusus di darat. Dia bisa mengarungi sungai juga kedalamnnya 3-7 meter. Bisa di semua area medan tempur,” ujar Marwanto.

Di Indonesia, jumlah tank Leopard hanya 24 unit dan berada di Surabaya. Sementara untuk rangkaian roadshow Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) ke berbagai kota besar, seperti Yogyakarta, Solo dan Semarang, hanya diturunkan 4 unit.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bayu Purwiyono mengatkan, HUT TNI ke-69 tahun ini diharapkan akan menjadi motivasi prajurit untuk semakin teguh mempertahankan NKRI. Hal itu dilakukan dengan kebersamaan komponen bangsa, dapat mendorong tegaknya pilar-pilar bangsa.

“Rangkaian HUT TNI juga sebagai ajang melakukan pembenahan internal prajurit agar senantiasa berlaku profesional di manapun berada,” ucapnya.

TNI juga ingin memperkokoh jati diri sebagai tentara rakyat, dari rakyat dan bagi rakyat. “Jadi HUT TNI kali ini mempertegas sebagai tentara rakyat dari rakyat dan bagi rakyat,” kata dia.

Shofa, 27, warga asli Kota Semarang mengaku sangat tertarik melihat pameran alat tempur TNI yang dihelat di tengah kota. Ia menganggap acara tersebut akan mendekatkan TNI sebagai pasukan negara dengan rakyat biasa.

“Apalagi alat-alat tempur ini terbilang baru. Lumayan untuk dokumentasi foto,” ujar warga Semarang Barat itu.

Loading...
loading...